Disperkimtan Tagih Kewajiban Fasos Fasum pada Pengembang Perumahan

Bagikan:

Disperkimtan Kabupaten Bekasi, terus menagih lahan fasos dan fasum pada pengembang perumahan.

CIKARANG – Kepala Dinas Perumahan Rakyat Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Bekasi, Iwan Ridwan akan terus menagih lahan fasos dan fasum pada pengembang perumahan.
“Pemerintah Kabupaten Bekasi akan terus menagih janji para pengembang untuk segera menuntaskan kewajibannya atas lahan fasos dan fasum kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi,” tegasnya.
Soal fasos dan fasum kata Iwan, diatur dalam Peraturan Menteri (Permen) No 89 tahun 2009 dimana begitu pengembang berdiri langsung di serah terimakan dari dua pertiga yang di jual dua tahun itu sudah di terima pemerintah.
“Kita sudah panggil, dan kita himbau para pengembang perumahan, namun masih saja banyak yang belum memenuhi kewajibannya,” katanya.
Menurutnya, di dalam aturan itu tidak ada ketentuan yang mengatur penerapan sanksi. Sanksi yang dimaksudkan itu apakah masuk dalam pidana atau perdata untuk menyeret pengembang yang belum juga menyerahkan fasos dan fasum itu sampe sekarang tidak jelas.
Sejauh ini baru sekitar 36 pengembang yang sudah menyerahkan fasos dan fasumnya, dari total ratusan pengembang yang berdiri di Kabupaten Bekasi.
“Bahkan keberadaan pengembang yang ada di Kabupaten Bekasi sudah lama, namun kita belum ada data validnya, sedang Dinas Perumahan sendiri baru berdiri dua tahun yakni tahun 2017,” jelasnya.
“Kita berharap tahun ini targetnya 10 pengembang sudah menyerahkan kewajiban fasos dan fasumnya, karena mereka seharusnya sudah dari awal menyerahkan disaat mengurus perijinannya,” harapnya.

Bagikan: