Disdukcapil Kota Tangerang: 25 Ribu Orang Terkena Duplikat Record

Bagikan:


TANGERANG – Dinas Pendudukan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangerang, mencatat ada 25 ribu orang yang terkena Duplicate Record pada saat perekaman E-ktp. Hal itu dikarenakan, warga pindahan yang ingin membuat E-ktp di Kota Tangerang berkasnya masih tercatat di daerah asal mereka.
Selain itu juga ada beberapa hal yang menyebabkan duplikat record, salah satunya adalah pada saat perekaman warga menggunakan softlens atau kacamata dan juga di alat sidik jari pada saat perekaman E-ktp kotor dan itu juga bisa menyebabkan duplikat record. Untuk bisa terlepas dari duplikat record, warga yang ingin membuat E-ktp di Kota Tangerang harus bisa mencabut berkas mereka di daerah asal mereka sebelum di Kota Tangerang.
Menurut Kepala Dinas Disdukcapil Kota Tangerang Erlan Rusnarlan, bahwa banyak laporan warga terkait E-ktpnya belum jadi dan bahkan lama untuk jadi, hal tersebut karena terjadi duplikat record. Jika terkena duplikat record warga yang ingin melakukan perekam E-ktp harus mencabut berkas mereka dahulu, jika tidak mencabut berkas lama maka sampai kapan pun E-ktp tidak akan bisa dicetak di Kota Tangerang.
“Saya sering mendapatkan laporan dari warga bahwa E-ktp mereka belum jadi dan lama, itu dikarenakan mereka terkena duplikat record. Jadi warga yang terkena duplikat record harus segera cabut berkas di daerah asal mereka, karena sampai kapanpun jika tidak cabut berkas di daerah asal mereka maka tidak akan bisa melakukan perekaman E-ktp di Kota Tangerang,”ujarnya.
Erlan juga mengatakan, bahwa kebanyakan masyarakat selalu menyalahkan kelurahan karena memang bukan di kelurahan untuk merekam E-ktp, tetapi harus di Kecamatan. Kelurahan hanya menerima E-ktp yang sudah dicetak setelah hasil perekaman dari Kecamatan.
“Kalau ada warga yang menyalahkan pihak kelurahan itu salah, karena kelurahan hanya menerima E-ktp yang sudah direkam dan dicetak saja. Jika ingin menanyakan apakah sudah jadi E-ktpnya langsung ke Kecamatan, jika memang tidak ada juga berati warga tersebut terkena duplikat record,”paparnya.
Erlan juga menambahkan, bahwa ada sekitar 15 ribu orang yang belum melakukan perekaman E-ktp di Kota Tangerang, dan itu berdasarkan data yang dimiliki oleh Disdukcapil. Untuk mengatasinya, piihaknya melakukan jemput bola dan juga membuka layanan sabtu minggu untuk warga yang ingin melakukan perekaman E-ktp di Kota Tangerang.
“Data terakhir yang saya liat, ada 15 ribu orang yang belum melakukam perekaman E-ktp. Bahkan untuk mengurangi angka tersebut kami melakukan jemput bola dan juga membuka layanan di Kecamatan serta membuka layanan di kantor Disdukcapil sabtu minggu. Jadi masyarakat masih bisa melakukan perekaman untuk yang tidak bisa di hari biasa,”ungkapnya.
Erlan menghimbau kepada warga pendatang yang datang ke Kota Tangerang harus membawa surat pengantar dan cabut data lama dari Disdukcapil asal mereka. Agar pada saat ingin melakukan perekaman tidak terjadi masalah.
“Saya meminta kepada warga yang baru datang di Kota Tangerang, harus membawa surat pengantar dan juga surat berkas data diri dari Disdukcapil tempat asalnya. Jangan sampai pada saat ingin melakukan perekaman tidak bisa karena terkena duplikat record,”tutupnya. (*)

Bagikan: