Dinkes Belum Temukan Kasus Positif Rabies di Kota Bekasi

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Vevi Herawati (kiri)

BEKASI SELATAN – Dinas Kesehatan Kota Bekasi belum menemukan kasus positif rabies disebabkan oleh gigitan hewan di Kota Bekasi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Vevi Herawati mengatakan selama tahun 2023 ada 16 laporan masyarakat yang digigit hewan pembawa rabies seperti anjing dan kucing. Namun demikian, Dinkes Kota Bekasi tidak menemukan kasus rabies.

“Jadi laporan gigitan hewan pembawa rabies, tapi kalau memang terbukti terkena rabies, tidak kita temukan. Kalau gigitan hewan pembawa rabies ada terlaporkan 16 kasus ,” tegas Vevi Herawati, Senin (18/6/2023).

Dia menjelaskan 16 kasus gigitan hewan tersebut bukan hewan yang terkena rabies. Pasalnya lanjut dia kalau hewan punya penyakit rabies dan mengigit orang, maka akan menularkan penyakit rabies.

“Contohnya anak kecil yang digigit anjing Buleleng Bali, memang anjingnya sudah terkena penyakit rabies dan menularkan. Kalau anjing tidak ada penyakit rabies, mungkin anjingnya hanya perlu divaksin,”ujarnya.

“Saya himbau bagi masyarakat yang punya anjing atau kucing untuk divaksin. Itu agar anjing dan kucing terbebas dari penyakit rabies,” pungkasnya.(RON)