Diduga Ada Kecurangan Saat WBOMC, Protes Peserta Tidak di Respon Panitia

BEKASI – Event Wali Kota Bekasi Open Marching Competition (WBOMC) yang di gelar oleh PDBI Kota Bekasi tidak profesional, pasalnya kegiatan tersebut terkesan ada permainan oleh para panitia sehingga terlihat tidak profesional.

Bahkan, saat hari H samua manager dari peserta diajak rapat untuk diminta pendapat mengenai sosialisasi dan pelatihan yang dilaksanakan oleh PDBI Kota Bekasi.

Salah satu manager dari salah satu peserta Royhana mengatakan, kegiatan WBOMC yang diselenggarakan oleh PDBI Kota Bekasi tidak terbuka dan terlihat adanya permainan dari panitia. Bahkan, saat melakukan protes pihak panitia tidak merespon protes tersebut. Padahal, ada jalur protes yang telah disiapkan akan tetapi tidak di jalankan oleh panitia.

“Kami mengikuti kejuaraan piala walikota Bekasi ini dengan tujuan mensupport mental santri dan memberikan edukasi kepada pesantren. Akan tetapi, dalam penyelenggaraannya ada permainan yang dilakukan oleh panitia sehingga terlihat tidak profesional,”ujarnya kepada wartawan, Sabtu (16/12).

Royhana menambahkan, pada dasarnya pihaknya mendukung visi dan misi panitia pada saat teknikal meating ke dua. Akan tetapi, pada pelaksanaan terlihat jelas adanya permainan dari pihak panitia sehingga membuat tim yang dibawa oleh dirinya merasa dirugikan.

“Pada event kejuaraan piala walikota bekasi kemarin, kami merasa Dirugikan karna tidak sesuainya penyampaian maksud tujuan kejuaraan dengan hasil yang ada, untuk divisi SMP anak-anak saya secara musik, ritmis, dan color guard mendapat peringkat pertama. Tapi ada kejanggalan di general effect yang notabenenya itu secara keseluruhan,”paparnya.

Ia menjelaskan, pada saat melakukan protes, pihak panitia tidak memberikan kesempatan. Padahal, ada jalur yang bisa digunakan untuk melakukan protes.

“Protes Saya tidak ditindak lanjuti, tapi Saya selalu disalahkan terkait cara penyampaian Saya. kami juga siap mengikuti aturan yang ada terkait komplain untuk membayar tapi tidak ditindak lanjuti. Beberapa juri yang menilai tidak ada ketika pengumuman, jadi kami tidak bisa menanyakan atau menerima masukan dari juri tersebut,”ungkapnya.

Lanjut Royhana, harusnya ketika ada kesalahan,atau lainnya langsung diperbaiki saat itu juga tapi panitia membiarkan saja dan acara terus berjalan sampai akhirnya ketika protes peserta lain sudah bubar lebih dulu

“Panitia dan juri tidak bisa menanggulangi permasalahan ini dengan cepat. Di khawatirkan keburu basi, Jawaban juri yang di wakili panitia tidak tepat sasaran karna tidak sesuai dengan penjelasan dalam teknikal miting dan tidak sesuai dengan juklak aturan lomba yanv ada. Yang akhirnya menimbulkan pertanyaan baru dari peserta lain,”tutupnya. (*)