DBMSDA Klaim hanya 7-8 Persen Jalan Kota Bekasi Rusak Akibat Hujan

Bagikan:

Kabid Bina Marga, Widayat Subroto

BEKASI SELATAN – Kepala Bidang Bina Marga dinas DBMSDA Kota Bekasi, Widayat Subroto menyebutkan ada sebanyak 7-8 persen jalan rusak di Kota Bekasi akibat hujan dalam beberapa bulan ini. Terbanyak jalak rusak berada di jalan arteri dan jalan kolektor dan menjadi prioritas penanganan yang dilakukan tim Unit Reaksi Cepat DBMSDA Kota Bekasi.
“Dua tim kita bagi untuk melakukan penambalan jalan rusak. Kita upayakan keluhan warga terkait jalan rusak kita tangani secepatnya,” ungkap Widayat Subroto, Senin (18/2/2019) di Pres Room Bagian Humas Setda Kota Bekasi.
Namun ia menilai, perbaikan jalan rusak dengan perbaikan permanen merupakan kegiatan yang membutuhkan dana yang tidak sedikit dan perlu lewat lelang kegiatan. Untuk memperbaiki 7-8 persen semua jalan rusak, Pemkot Bekasi membutuhkan anggaran sebesar Rp 200 miliar.
“Sementara ini dilakukan URC dan penanganan penambalan saja untuk kegiatan rehabilitasi belum dilakukan karena perlu tahapan lelang,” kata Broto.
Terkait banyaknya keluhan jalan rusak disepanjang jalan KH Noer Ali Kalimalang arah Bekasi-Jakarta, Pemerintah terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat.
“Tiap tahun kita minta perbaikan karena jalannya rusak kembali. Kedepannya kita upayakan agar dilakukan betonisasi spek K 500 dengan ketebalan 27 cm sehingga bisa kuat dilalui kendaraan dengan berat 10 ton. Kalau ini dilakukan 5 tahun jalan bisa bertahan,” kata Broto.
Diketahui, ruas jalan rusak di jalan KH Noer Ali arah Bekasi-Jakarta di depan Mal Metropolitan segera diperbaiki dalam waktu dekat oleh pelaksana Proyek Tol Becakayu PT KKDM. Diperkirakan dalam waktu tiga Minggu jalan rusak tersebut akan selesai diperbaiki. Selama perbaikan jalan ini, Dinas perhubungan Kota Bekasi akan melakukan pengalihan arus kendaraan sehingga melalui sisi selatan Kalimalang.(RON)

Bagikan: