BPI-RK Minta DKI Jakarta Cairkan Dana Hibah TPST Bantargebang

Bagikan:

TPST Bantar Gebang, Kota Bekasi.(foto dok BB)

BEKASI SELATAN – Usulan Bantuan Dana Hibah Kota Bekasi kepada DKI Jakarta terkait Sampah Bantargebang di tahun 2018 yang konon sebagai salah satu upaya menjaga kesinambungan hubungan baik diantara kedua belah pihak ternyata meninggalkan pertanyaan besar dari para warga kota Bekasi.
Hal tersebut menjadi sorotan Badan Pengawasan Independent Retribusi Kebersihan (BPI-RK) Kota Bekasi. Organisasi yang fokus monitoring terkait sampah dan pelayanannya mempertanyakan komitmen Pemprov DKI kepada Kota Bekasi.
Direktur Utama BPI-RK, Machfudin Latif menyayangkan sikap DKI Jakarta atas bantuan yang diajukan Kota Bekasi sampai saat ini ada yang belum terealisasi tentang Rekomendasi Program/Kegiatan Bantuan Keuangan Kota Bekasi Pada APBD TA 2018 Sesuai Addendum Kerjasama DKI Jakarta dengan Pemkot Bekasi No.4 dan 224 tentang Peningkatan Pemanfaatan Lahan TPA menjadi TPST Bantargebang sekitar Rp.138.549.833.000 dan 64.154.000.000.
“Sesuai pernyataan kepala daerah DKI Jakarta sejumlah dana bantuan tersebut akan segera diberikan kepada Kota Bekasi di tahun ini, namun kenyataannya ada sejumlah dana yang di janjikan DKI kepada Kota Bekasi yang sampai saat ini belum juga diberikan,” ujar Machfudin Latif kepada wartawan, jumat (19/10/2018).
Menurutnya, seharusnya kedua daerah melakukan tugasnya sesuai perjanjian malah terlihat Kota Bekasi yang sangat profesional telah melakukan tugasnya namun sebaliknya DKI Jakarta terlihat belum dapat merealisasikan apa yang pernah diungkapkannya padahal tahun 2018 akan segera berakhir
“Kami selaku masyarakat Kota Bekasi hanya mengingatkan kepada DKI Jakarta agar segera menunaikan kewajibannya kepada Kota Bekasi sesuai dengan pernyataan dan perjanjian yang sudah dilakukan,” tukasnya.
Latif menambahkan, keluhan masyarakat Kota Bekasi bukan bersifat intervensi, hanya sekedar mengingatkan, apa yang kami lakukan ini adalah demi terbangunnya kondusifitas hubungan antara kedua belah pihak yang jauh lebih baik lagi ke depan.
“Apa yang telah nyatakan DKI Jakarta adalah suatu janji yang bukan hanya kepada perorangan namun kepada seluruh masyarakat Kota Bekasi khususnya masyarakat yang terkena imbas dari pembuangan sampah yang dikirim DKI Jakarta ke Kota Bekasi ini,” pungkasnya. (RON)

Bagikan: