BPBD Kab Bekasi Pasang Ribuan Bambu di Muara Gembong

Bagikan:

Kepala Pelaksana BPBD KAB. BEKASI, H. Adeng Hudaya AP. MSi mengikuti giat PRB di Desa Pantai Bahagia (26/3/19).

MUARAGEMBONG – Kepala Pelaksana BPBD Kab Bekasi, Adeng Hudaya mengatakan, iklim di Indonesia sangat dipengaruhi oleh lokasi dan karakteristik geografis.
Indonesia memiliki 3 pola iklim dasar: monsunal, khatulistiwa, dan sistem iklim lokal yang menyebabkan perbedaan pola curah hujan yang dramatis.
Hal ini cenderung menimbulkan tingginya potensi bencana seperti banjir, banjir bandang, kekeringan, cuaca ekstrem, gelombang ekstrem, abrasi, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Kali ini di Muara Gembong untuk menimimalisir korban dalam bencana atau musibah kita pasang ribuan bambu, juga karung berisi pasir di pinggiran bantaran sungai,” katanya.
(Kaos biru) sesepuh desa Pantai Bakti, (kaos kuning) Kades Pantai bakti, di dampingi AGUS SUPARNO MM KASI PENCEGAHAN BPBD KAB BEKASI

Dijelaskan Adeng, berdasarkan hasil kajian risiko bencana tahun 2015 yang disusun oleh BNPB (inarisk.bnpb.go.id), potensi jumlah jiwa terpapar risiko bencana, jumlah kerugian fisik, ekonomi, dan lingkungan, berkategori sedang-tinggi yang tersebar di 34 provinsi.
“Lima jenis bencana dengan jiwa terpapar tertinggi adalah, cuaca ekstrem (puting beliung) sebanyak 244 juta jiwa, kekeringan sebesar 228 juta jiwa, banjir sebanyak 100 juta jiwa, gempa bumi sebesar 86 juta jiwa, bencana tanah longsor sebesar 14 juta jiwa,” jelasnya.
Semua orang mempunyai risiko terhadap potensi bencana, sehingga penanganan bencana merupakan urusan semua pihak. Oleh sebab itu, perlu dilakukan berbagi peran dan tanggung jawab (shared responsibility) dalam peningkatan kesiapsiagaan di semua tingkatan, baik anak, remaja, dan dewasa.
Seperti yang telah dilakukan di Muaragembong untuk menumbuhkan kesadaran kesiapsiagaan bencana, gambaran tren bencana global ke depan juga cenderung akan meningkat karena pengaruh beberapa faktor, seperti
1) Meningkatnya jumlah penduduk,
2) Urbanisasi,
3) Degradasi lingkungan,
4) Kemiskinan,
5) Pengaruh perubahan iklim global.
Secara umum, faktor utama banyaknya korban jiwa, kerusakan, dan kerugian yang timbul akibat bencana adalah masih kurangnya pemahaman dan kesadaran.

Bagikan: