Berkas Kasus Dugaan Pemalsuan Akte Tanah di Pondokgede Dilimpahkan ke Kejari

Bagikan:


BEKASI SELATAN – Kasus dugaan pemalsuan Akte Tanah yang melibatkan oknum Camat Pondokgede berinisial MRD dan oknum PPAT Kecamatan Pondokgede berinisial AR kini sudah masuk ke Kejaksaan Negeri Kota Bekasi.
Kepada awak media, Kepala Sub Seksi Sosial Politik (Kasubsi Sospol) Kajari Kota Bekasi Dwi S. Kusomo membenarkan kasus Pemalsuan Akte Tanah melibatkan oknum Camat Pondok Gede dan oknum Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Kecamatan Pondok, dilimpahkan berkas tahap I (pertama) ke Kejaksaan Negeri Kota Bekasi.
“Ya benar, baru hari ini dilimpahkan ke kita dengan Berkas Perkara 159/8/2018/ Reskrim, Pasal 264 KUHP. ” tutur Dwi Kamis, (23/8/2018).
Sebelumnya diberitakan, Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombespol Indarto secara terang-terangan sudah menyatakan bahwa pelaku yang merupakan Camat Pondok Gede bernama MRD , telah ditetapkan sebagai tersangka.
“Jadi yang bersangkutan (MRD) telah kita tetapkan sebagai tersangka, karena penyidik telah memiliki dua barang bukti yang kuat”, kata Indarto, Sabtu (18/8/2018).
Sehingga kata Kapolres dengan menemukan 2 alat bukti tersebut, maka Mardani yang semula berstatus saksi ditingkatkan statusnya jadi tersangka.
Kapolres menjelaskan, kronologisnya ada empat akte yang hilang lalu si pak G lapor ke Pak camat minta dibuatkan akte salinan akte. Tapi bukanya dibuatkan 4 akte ini, semua dijadikan satu akte.
“Jadi yang awalnya 200 per akte jadi ditotal semua 900 meter digabungkan. Nomor-nomor salah semua, itu yang membuat penyidik memutuskan bahwa 2 alat bukti terpenuhi,” jelas Kapolres Metro Bekasi Kota.

Bagikan: