Banyak Hari Libur Nasional, Penjualan Mobil Berpotensi Tertunda

Bagikan:

2JAKARTA – PT Toyota Astra Motor (TAM) menilai penjualan mobil sepanjang bulan ini sekadar meneruskan tren yang terjadi pada Maret dan April. Penjualan juga sulit tumbuh terganjal sejumlah tanggal merah di tengah pekan alias hari kejepit nasional atau dikenal sebagai Harpitnas.
Direktur Pemasaran TAM Rahmat Samulo mengatakan banyaknya tanggal merah di tengah pekan atau harpitnas itu menyebabkan transaksi pembelian mobil baru tertunda. Bagi Toyota sendiri, sebetulnya penjualan Mei berpotensi susut.
Untungnya, penjualan ritel All New Yaris 1,5 L made in Indonesia pada bulan ini sudah mulai efektif sehingga penjualan Toyota selamat di kisaran 34.000 – 35.000 unit.
“Kalau di Januari dan Februari masih terdampak gejolak pasar tahun lalu . Mulai Maret sudah stabil, jadi Maret sampai Mei sama,” ucap Rahmat, Kamis (1/5/2014).
Pesanan Yaris setiap bulan diperkirakan berkisar 2.000 unit. Pengiriman ke konsumen sebetulnya berlangsung sejak April tapi baru separuh atau sekitar 1.000 unit.
Sementara PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menilai penjualan mobil pada Mei seharusnya lebih baik daripada April 2014. Namun karena banyak hari libur, penjualan secara nasional cenderung stagnan di kisaran 100.000 unit.
“Mei sebenarnya tumbuh tapi karena banyak hari libur, kemungkinan penjualan akan sama ,” kata Director 4W Marketing and Dealer Network Development PT SIS Davy J.Tuilan berpendapat.
Pada bulan lalu, penjualan mobil Suzuki diperkirakan 13.600 unit. Selama kuartal pertama tahun ini, SIS membukukan penjualan dari pabrikan ke diler 42.281 unit, terdiri dari 14.687 unit pada Januari, 13.581 unit pada Februari, dan 14.013 unit pada Maret.
Pada sisi lain, Manager Penjualan Nasional PT Garuda Mataram Motor Yongki menyatakan selepas Februari 2014 pasar otomotif domestik relatif membaik. Pasalnya, selama 2 bulan pertama, penjualan tertekan depresiasi rupiah terhadap mata uang asing.
“Konsumen banyak menunda pembelian karena tercatat sempat Rp12.000 per dolar AS atau Rp16.000 per euro sehingga konsumen kita lebih banyak menunggu reda,” katanya secara terpisah.
Kini, industri otomotif Indonesia tak bisa disepelekan dari segi performa penjualan mobil domestik. Selama 2 bulan pertama tahun ini, Indonesia memimpin pasar Asia Tenggara dengan penjualan 215.275 unit. Thailand saja cuma membukukan 140.177 unit. (NET)

Bagikan: