298 Penghuni Yayasan Galuh Ikut Rayakan Hari Kemerdekaan

Bagikan:

Penghuni Yayasan Galuh sedang berlomba joget balon dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 69
Penghuni Yayasan Galuh sedang berlomba joget balon dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 69

BERITABEKASI.CO.ID, RAWALUMBU – Sebanyak 298 penghuni Yayasan Galuh, mengikuti upacara pengibaran bendera merah putih untuk memperingati detik-detik proklamasi kemerdekaan RI ke-69. Meski mayoritas penghuni yayasan masih dalam tahap rehabilitasi untuk memulihkan kondisi kejiwaannya, namun upacara yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB, Minggu 17 Agustus 2014, berlangsung cukup khidmat.
Seluruh petugas termasuk komandan upacara, adalah pasien di Yayasan Galuh. Ikut pula dalam upacara ini 44 pengurus Yayasan Galuh, yang terletak di Jalan Bambu kuning IX RT 03/02, Sepanjangjaya, Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat. “Seluruh peserta upacara, petugas dan komandan adalah pasien kami. Hanya pembina upacara saja yang merupakan pengurus,” ujar Nina Mardiana, Sekertaris Yayasan Galuh, Minggu (17/08).
“Ada juga pengurus yang jadi peserta upacara dan juga pembimbing menjadi petugas upacara. Biar upacaranya berjalan lancar,” tambahnya. Upacara bendera di Yayasan Galuh kali ini berjalan mulus. Tidak ada lagi insiden bendera terbalik, seperti yang terjadi beberapa tahun lalu. “Latihannya hanya sejak tiga hari lalu. Biarpun upacara lancar, tapi tetap saja ada kejadian lucu. Mulai dari suara petugas dan komandan upacara yang kurang keras, ada juga satu pasien yang jadi peserta upacara tiba-tiba mendekati gentong air dan mandi disitu,” kata Nina.
Peringatan Hari Ulang Tahun RI, di Yayasan Galuh diawali dengan sarapan pagi, olahraga, pawai keliling kampung, dan upacara. “Siang ini kita juga adakan berbagai macam perlombaan. Seperti joget balon, balap karung, tarik tambang, makan kerupuk, bawa klereng di sendok dan memasukkan pensil dalam botol,” terangnya. “Pokoknya HUT Proklamasi Kemerdekaan di yayasan sama dengan di tempat lain. Yang beda, disini hadiahnya berupa makanan atau roti,” pungkasnya.

Bagikan: