KKP Targetkan Muara Gembong Sentra Budidaya Udang Vanname

MUARA GEMBONG – Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (DPK) Kabupaten Bekasi Agus Trihono mengatakan, sentra budidaya intensif udang vanname yang dibangun ini adalah secara teknis yang pertama di Kabupaten Bekasi, dengan cara intensif menggunakan metode Perigi yang sudah teruji.

Menurutnya, dengan menggunakan sistem Perigi tersebut bisa menghasilkan produksi 10 kali lipat dari tambak marginal biasa.

“Diharapkan masyarakat disini akan mengikuti cara ini sehingga bisa mendongkrak produksi udang di Kabupaten Bekasi. Kalau bisa setengahnya saja dari lahan tambah 8.000 Hektare kita sudah bisa menghasilkan 40 ribu Ton udang itu sudah sangat luar biasa,” ujarnya.

Untuk itu pihaknya akan membantu kebutuhan pembudidaya tambak mulai dari memberi support alat berat, pakan maupun teknis budidayanya.

Pihaknya juga menargetkan Muara Gembong menjadi salah satu sentra budidaya intensif udang vannamei.

“Apalagi lahan di sini cukup luas ada sekitar 8.000 hektare kalau saja satu hektare menghasilkan udang 10 ton per tahun per hektare maka akan menghasilkan sekitar 80 ribu ton udang per tahun,” ujarnya.

Dia menjelaskan, ekspor komoditas udang sangat terbuka lebar dan harganya cukup ekonomis bisa mendongkrak perekonomian masyarakat juga devisa negara meski di masa pandemi Corona seperti sekarang ini, baik di pasar Eropa, Timur Tengah maupun Tiongkok.

“Semoga target 250.000 Ton harapan Presiden Jokowi di Tahun 2024 ini bisa terealisasi. Dan hari ini disini kita mulai mudah-mudahan yang kita launching hari ini sebagai pemicunya,” katanya.

Sementara itu, Dirjen Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Slamet Soebjakto menargetkan Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi sebagai salah satu sentra budidaya intensif udang vannamei.

Menurutnya, Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari tebar benih yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo dan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edy Prabowo.

“Memang awal pandemi Corona sempat drop karena lockdown, namun perlahan-lahan seiring perkembangan ekonomi mulai bergeliat ekspor udang ini terus meningkat,” katanya usai mengadakan launching sebar benih Udang Vaname bersama Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) Mina Mekar Sejahtera, di Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi.

Untuk Tahun 2021, KKP berencana memberikan bantuan berupa alat berat seperti eskavator kepada kelompok pembudidaya untuk mempermudah pengelolaan lahan tambak.

Untuk itu pihaknya meminta kepada Pemkab Bekasi untuk mendata kebutuhan alat berat tersebut.

“Kita juga ada bantuan modal melalui BULM KP untuk tambahan permodalan dan bunganya hanya tiga persen saja. Kalau ini berjalan maka Tahun 2024 target 250 Persen produksi udang bisa tercapai,” katanya.

Ditempat yang sama Asda I, Yana Suyatna menjelaskan, udang merupakan komoditas perikanan budidaya yang mempunyai nilai ekonomis yang tinggi dan merupakan komoditas ekspor yang menyumbang cukup besar pada devisa negara.

“Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi menyambut baik dengan pengembangan usaha budidaya tambak udang vaname di Kecamatan Muaragembong Kabupaten Bekasi ini serta berharap nantinya bisa menjadi sentra budidaya udang vaname yang dapat mendongkrak terus produksi udang serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya pembudidaya,” ujar Yana.