Dinas Perikanan Kampanyekan Gemarikan untuk Cegah Stunting

CIKARANG – Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Bekasi, Agus Trihono, Rabu (22/07/2020) mengkampanyekan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) sebagai upaya mendukung penurunan angka stunting di Kabupaten Bekasi.

Diungkap Agus, mengkonsumsi ikan sangat baik dalam pencegahan gagal tumbuh tubuh dan otak atau stunting. Ikan dapat dikampanyekan menjadi salah satu sumber gizi selain telur ayam kampung dan susu

“Untuk meningkatkan anak-anak mengkonsumsi ikan, maka ikan dapat diolah menjadi berbagai makanan olahan seperti nugget, sosis, biskuit dan sebagainya. Sehingga anak-anak tidak jenuh. Maka itu peran orang tua sangat diharapkan dalam memberikan ikan sebagai makanan setiap hari di keluarga,” katanya.

“Kegiatan kampanye Gemarikan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada anak dan orang tua agar dapat membudayakan makan ikan setiap hari dalam pemenuhan gizi keluarga,” tambahnya.

Pembiasaan konsumsi ikan akan berjalan, anak-anak dan orang tua pun akan paham bahwa ikan adalah panganan yang sehat.

“Dan mereka akhirnya betul-betul akan menggemari ikan. Karena ikan ini tidak mengandung bahaya. Tidak ada pembesaran ikan yang memakai suntik, sehingga benar-benar sangat menyehatkan,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut Kepala Sub Direktorat Pemetaan dan Akses Pasar Dalam Negeri pada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Harun AS mengatakan angka konsumsi ikan terus meningkat dalam 5 tahun terakhir.

Dari 38,14 kg/kapita pada tahun 2014, menjadi 50,69 kg pada tahun 2018. Tahun 2020 ini, konsumsi ikan ditargetkan mencapai angka 54,49 kg/kapita. Angka ini diharapkan terus meningkat dalam lima tahun mendatang.

“Kita target di 2020 itu agak sedikit tinggi yaitu 56,39. Tapi saya yakin kita mampu mencapainya. Potensi kita luar biasa dan butuh komitmen dari kita semuan untuk turun tangan memberantas stunting,” katanya.

Harun memastikan KKP akan menyediakan produksi ikan tangkap yang cukup karena potensi sumber daya ikan Indonesia mencapai angka 12,54 juta ton/tahun.

Meskipun begitu, stok ikan yang boleh ditangkap dan diolah ialah sebesar 80% dari total potensi atau sekitar 10 juta ton/tahun.

“Nah, potensi ikan tangkap yang sudah kita manfaatkan saat ini baru 8 juta ton/tahun. Pemanfaatan ikan tangkap ini kita harapkan bisa ditingkatkan sampai angka 10 juta ton/tahun,” katanya.