Imbas PSBB di Bekasi Usaha Dodol Merosot

SUKATANI – Imbas dari Pelarangan mudik dan PSBB oleh pemerintah di tahun 2020 ini membuat pengrajin kue dodol di kampung Ceger, Desa Sukaasih, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi alami penurunan penjualan.

Dijelaskan salahsatu pelaku usaha dodol, Wahyu, kondisi PSBB berimbas pada pengurangan produksi dodol.

“Di tahun yang lalu (2019), usaha dodol ini mah bisa memproduksi  hingga 4 kwintal setiap harinya. Malahan yang kerja jumlahmya sampai belasan orang,” katanya.

Berbeda jauh dengan tahun 2020 ini. Yang hanya mampu memproduksi 1 kwintal dodol setiap harinya dengan 6 pekerja.

Sepinya pembeli dikarenakan. Tidak adanya pemudik yang pulang kampung, biasanya para pemudik yang akan pulang kampung. Selalu membawa oleh-oleh makanan khas Cikarang, yaitu Dodol betawi .

Selain sepinya pembeli, harga gula pasir yang naik sampai Rp 850 ribu per 50kg membuat harga penjualan dodol juga naik hingga Rp 50.000 perkg.

“Satu kuali kita bikin bisa jadi 90 kg dodol. Itu mengaduknya dodol sampai 8 jam hingga dodol siap di kemas,” katanya.(sfn)