BKKBN Jabar Ingatkan Petugas Lapangan untuk Selalu Tulus

Kepala BKKBN Jawa Barat, Kusmana

BANDUNG – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Barat melakukan pembinaan kepada petugas lini lapangan Keluarga Berencana (KB) tingkat Kabupaten Cianjur di Aula Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cianjur, Jumat (28/2/2020).

Hadir dalam kegiatan tersebut, para kaper, kepala bidang, kepala seksi, kepala UPTD, pengelola Balai Penyuluhan, penyuluh KB, tenaga penggerak desa (TPD), dan Forum Pos KB se-Kabupaten Cianjur dengan total keseluruhan 244 orang.

Bupati Cianjur Herman yang hadir mengajak para petugas untuk terus bersama-sama memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Cianjur.

Peningkatan pelayanan menjadi sangat penting di tengah rendahnya kepesertaan KB dan tingginya laju pertumbuhan penduduk di Kabupaten Cianjur. Terlebih jumlah pasangan usia subur yang belum terlayani (unmetneed) masih sangat tinggi, 16.47 persen.

“Saya belum lama ini bertemu dengan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, jumlah penduduk kita saat ini sekitar 2,5 juta jiwa. Ini terlalu banyak untuk daerah seluas Cianjur. Jumlah ini sama dengan penduduk di provinsi-provinsi di luar Pulau Jawa. Pertambahannya juga terlalu cepat. Kita butuh pengendalian penduduk,” tegas Herman

Herman juga berjanji mengumpulkan para kepala dinas untuk melakukan sinkronisasi program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana (Banggakencana). Dengan demikian, kelak kebijakan pemerintah bisa sejalan dengan program Banggakencana.

Herman mencontohkan, penyaluran Kartu Indonesia Sehat atau Kartu Indonesia Pintar didahulukan kepada peserta KB atau mereka yang memiliki dua anak.

“Saya masih ingat, saat Orde Baru dulu, tunjangan-tunjangan hanya berlaku bagi dua anak. Saya pikir ini relevan untuk kita laksanakan di Cianjur sekarang ini. Bantuan-bantuan harus diberikan kepada keluarga dengan dua anak,” ungkap Herman.

Sementara itu, Kepala BKKBN Jabar Kusmana mengingatkan para petugas lini lapangan untuk senantiasa tulus dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Ketulusan menjadikan setiap pekerjaan menjadi ringan. Ketulusan juga membuka pikiran, sehingga suasana kerja makin segar dan dinamis,” Kata Kusmana.

Kang Uung, sapaan akrab Kusmana menyampaikan dinamika terbaru BKKBN, baik menyangkut rebranding maupun agenda besar Pendataan Keluarga (PK) 2020 yang bakal dihelat mulai 1 Juni 2020 mendatang.

Rebranding, terang Uung, merupakan jawaban atas tantangan nyata program Banggakencana. Faktanya, sambungnya, generasi milenial tidak lagi familiar dengan program KB maupun BKKBN sebagai lembaga yang bertanggung jawab terhadap program KB atau Banggakencana tersebut

“Sekitar 35 persen penduduk kita berusia remaja. Mereka merupakan target utama program Banggakencana karena para remaja itulah yang akan menjadi keluarga-keluarga baru di kemudian hari. Karena itu, kita harus menyesuaikan diri dengan dinamika tersebut. BKKBN melakukan rebranding untuk menjawab kebutuhan tersebut,” ungkapnya

Terkait pelaksanaan PK 2020, Uung menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan mengukur indeks pembangunan keluarga sebagai bekal perencanaan dan pengembangan program Banggakencana. Dalam pelaksanaannya, PK 2020 akan bersinergi dengan Sensus Penduduk 2020. Dengan demikian, kelak akan muncul satu data keluarga yang bisa digunakan dalam setiap kebijakan pembangunan.

“Saya mengajak kepada para petugas lini lapangan untuk menyosialisasikan PK 2020 kepada masyarakat. Masyarakat diedukasi untuk memberikan data secara akurat dan jujur. Data akurat diyakini menjadi modal kuat untuk menghasilkan kebijakan yang tepat, sesuai dengan kebutuhan masyarakat,”tutupnya.(*)