Kajari Kab Bekasi Tancap Gas Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Rp 13,2 Miliar

CIKARANG – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Bekasi, Mahayu Dian Suryandari, Rabu (12/02/2020) menegaskan sudah mengeluarkan surat perintah untuk melakukan pengumpulan bahan keterangan.

“Surat Perintah Tugas untuk melakukan pengumpulan bahan keterangan sudah saya keluarkan,” kata Mahayu Dian Suryandari.

Mahayu mengaku prihatin bila anggaran untuk pendidikan tersebut diselewengkan dan disalahgunakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

Untuk itulah Mahayu menugaskan jajaran Bidang Intelijen dan Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bekasi segera mengambil tindakan pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket) kepada pihak-pihak terkait.

“Mahasiswa silahkan pantau proses ini dan laporkan ke saya langsung kalau ada yang coba-coba main mata,” pungkasnya.

Surat perintah tersebut untuk mengusut adanya dugaan penyimpangan anggaran proyek pembangunan Gedung Unit Sekolah Baru (USB) SMPN 3 Karang Bahagia senilai Rp13,2 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bekasi tahun 2018.

Langkah penyelidikan tersebut dilakukan setelah pihaknya menerima laporan pengaduan dari sejumlah mahasiswa adanya dugaan korupsi dalam proyek pembangunan SMPN 3 Karang Bahagia