15.000 Ton Lebih Sampah Sisa Banjir Diangkut DLH Kota Bekasi


BEKASI SELATAN – Selasa (14/1/2020) kemarin, tanggap darurat banjir Kota Bekasi yang diberlakukan Pemerintah Kota Bekasi berakhir.

Selama dua pekan diberlakukan tanggap darurat banjir, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi telah mengangkut lebih dari 15.000 ton lebih sampah dari wilayah terdampak banjir.

“Selama dua pekan ini sudah 15.000 ton lebih sampah diangkut dari seluruh wilayah yang terdampak banjir di Kota Bekasi,” kata Kepala DLH Kota Bekasi Yayan Yuliana, dihubungi Rabu (15/1/2020).

Meskipun hampir merata wilayah terdampak banjir. Namun, wilayah paling parah terdampak banjir adalah Bekasi Timur, Bekasi Selatan, Bekasi Utara, Rawalumbu dan Jatiasih.

“Dari tanggal 2 Januari sampai hari ini masih berlanjut pengangkutan sampah oleh DLH. Namun wilayah paling parah kondisinya di Kecamatan Jatiasih,” imbuhnya.

Sampah-sampah yang telah diangkut dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Sumurbatu dan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

Lebih lanjut Yayan mengatakan, hari ini, DLH masih melanjutkan pengangkutan sampah yang masih tersisa di sejumlah titik pasca banjir. 65 Unit Dumtruck di sewa Pemkot Bekasi untuk mengangkut sampah tersebut.

“Kita mungkin masih melakukan pembersihan sampai hari Minggu, meskipun tanggap darurat selesai kita masih berlanjut pada titik paling parah Jatiasih masih tetap berlanjut dan armada kita masih tetap melayani masyarakat,”ujarnya.

Dikatakan, 90 persen sampah pasca banjir sudah diangkut dari titik banjir ke lokasi pembungan. Kecamatan di kota Bekasi yang terdampak banjir yaitu kecamatan Bekasi Selatan, Bekasi Timur, Jatiasih, Bantargebang, Bekasi Barat, Bekasi Utara, Medan Satria.

“Kita akan maksimalkan mudah-mudahan sampai hari minggu selesai,” tandasnya.(RON)