Baru Dibuka, Jembatan saluran irigasi Sudah Amblas

jembatan saluran irigasi yang berada tak jauh dari Kantor Walikota alami kerusakan

KOTA TANGERANG-Pengerjaan proyek jembatan saluran irigasi yang berada tak jauh dari Kantor Walikota belum lama ini sudah dibuka untuk umum. Namun, jembatan itu harus kembali ditutup lantaran terjadi kerusakan. Pantauan di lokasi, sejumlah pekerja memperbaiki jembatan dengan mengaspal ulang jalan jembatan yang amblas.

Tak hanya itu sejumlah jalan penghubung jembatan juga diperbaiki karena terkelupas meninggalkan lubang yang cukup dalam. Sejak pengerjaan proyek, sejumlah pihak menyoroti tingginya jembatan dan curamnya belokan menuju jembatan. Padahal, jembatan tersebut tidak begitu panjang hanya sebagai penghubung dan putar arah.

Menanggapi hal itu Kepala dinas Pejerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Tangerang Decky P. Koesrindartono mengatakan proyek tersebut masih dalam proses penguatan dan masa pemeliharaan selama enam bulan kedepan.

“Sementara kita tutup dulu, ya kalo memang amblas itukan diluar struktur jembatan, dijalannya saja, jadi (proyek tersebut-red) masih dalam proses pemeliharaan oleh kontraktor selama enam bulan,” ujarnya.

Decky mengatakan, dirinya sudah meminta pihak kontraktor untuk segera memperbaiki kerusakan jembatan dan saat ini proses perbaikan sudah berjalan. Menurutnya dari keterangan kontraktor, rusaknya sejumlah konstruksi jembatan dikarenakan tingginya curah hujan belakangan ini.

“Sudah kita instruksikan. Mereka (kontraktor-red) sudah blow up, cuma (faktor-red) cuaca. Cuacanya masih belum bagus, karena aspal itu tidak bisa dalam kondisi yang dingin dan basah,” jelasnya pria berkacamata ini. Menanggapi kritik tingginya jembatan dan curamnya tikungan menuju jembatan, Decky berdalih bahwa pengerjaanya sudah sesuai standar konstruksi.

“Menurut anda tinggi gak? Maksimal jalan perkotaan sampai 6 persen sudah masuk desain kriteria. Permasalahannyakan hanya persepsi. Dulu orang teriak-teriak (protes-red), sekarang lihat deh, tidak terlalu tinggi juga,” ujarnya.

Terkait curamnya belokan saat menuju jembatan, Decky menjelaskan tidak akan mengambil resiko untuk terus menerus merevisi perubahan desain jalan yang mengakibatkan proyek tersebut terhambat. “Masalah kenyamanan itu level berikutnya, Hal tersebut sudah kita adjust terus untuk memenuhi kenyamanan masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, desain jalan tersebut bukan untuk kecepatan tinggi berkendara, sehingga jika berkendara dalam keadaan kecepatan tinggi jalan yang curam itu tentu akan berbahaya dilalui. Saat ini, pihaknya juga tengah berkoordinasi dengan Dinas perhubungan Kota Tangerang untuk nanti membuka kembali akses jalan jembatan.

“Pertanyaannya pengaturan lalu lintasnya menggunakan cara lama atau tidak? Untuk itu kita minta Dishub yang mengatur (arus lalu lintas-red),” tandasnya.(*)