Peduli Kaum Perempuan,Kades Lambangsari Diganjar Penghargaan Nasional

Kades Lambangsari Pipit Haryanti (Kedua dari Kanan), saat menerima penghargaan dari istri Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Ibu Wury Estu Handayani (Ketiga dari Kanan) dan Menteri PPPA, Bintang Puspayoga (kedua dari Kiri) di Semarang, Minggu (22/12/2019)

SEMARANG – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga memberikan penghargaan kepada Kepala Desa (Kades) Lambangsari, Tambun Selatan Kabupaten Bekasi, Pipit Haryanti pada Peringatan Hari Ibu 2019 di Kota Semarang, Jawa Tengah, Minggu (21/12/2019).

Kades Lambangsari menjadi perwakilan wilayah Indonesia bagian Barat dari tiga Kades yang masing-masing mewakili Indonesia Timur dan Tengah. Tiga kades tersebut mendapatkan penghargaan lantaran dinilai responsif gender dalam kebijakannya.

“Penghargaan ini kami berikan sebagai bentuk apresiasi kepada tiga kepala desa yang anggaran pendapatan dan belanja desanya dinilai responsif gender,” kata Bintang dalam sambutannya di puncak acara Peringatan Hari Ibu 2019 di Kota Semarang, Minggu (22/12/2019).

Penghargaan kepada tiga kepala desa itu langsung diberikan oleh istri Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Ibu Wury Estu Handayani dan Menteri PPPA, Bintang Puspayoga.

Selain mendapatkan penghargaan dari Menteri PPPA, tiga kepala desa itu juga akan diajak hadir ke sidang Komite Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan (CEDAW) PBB di New York, tahun 2020 mendatang.

“Para kepala desa itu akan bisa belajar lebih banyak tentang perlindungan dan pemberdayaan perempuan sekaligus menjadi laporan bahwa Indonesia melakukan perlindungan dan pemberdayaan perempuan hingga tingkat desa. Mudah-mudahan dengan apresiasi ini kami harapkan 72 ribu lebih Kades yang tersebar diseluruh pelosok tanah air akan termotivasi untuk memperjuangkan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak,” ujar Bintang Puspayoga.

“Tema Peringatan Hari Ibu 2019 adalah ‘Perempuan Berdaya Indonesia Maju’. Perempuan di seluruh pelosok Indonesia harus bisa berdaya,” ujarnya.

Sementara itu, menjadi salah satu yang terpilih dalam penghargaan yang diberikan kementerian PPPA, Kades Lambangsari Pipit Haryanti mangaku tidak menyangka, terlebih kebijakan-kebijakan pro gender yang dilakukannya hanya sebatas bentuk dari aktualisasi misi dan visinya sebagai kepala desa untuk mendongkrak kemandirian kaum perempuan dalam mendorong tercapainya penguatan ekonomi keluarga dengan melakukan program-program pemberdayaan yang dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes)nya.

“Penghargaan yang diberikan ini tentunya menjadi vitamin, motivasi bagi saya dan seluruh stakeholder serta masyarakat Lambangsari untuk bisa lebih baik lagi, salah satunya dalam pemberdayaan perempuan. Dan ini juga sejalan dengan cita-cita Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi dalam mendorong kemandirian kaum perempuan dalam penguatan ekonomi keluarga,”beber Kades yang bersuami Jurnalis.

Meski demikian, lanjut Pipit, kebijakan-kebijakan yang dilakukan dalam pemberdayaan kaum perempuan diwilayahnya masih perlu campur tangan para penentu kebijakan di Kabupaten Bekasi, terlebih dalam memfasilitasi output (hasil) dari program pemberdayaan yang dilakukan.

“Pada anggaran tahun 2019, kami banyak menganggarkan program-program pemberdayaan, seperti kerajinan-kerajinan rumahan dan budidaya tanaman hidroponik yang kami harap bisa berkelanjutan. Nah di tahun 2020 ini kami akan mulai fokus untuk bagaimana kemudian hasil dari program-program tersebut bisa menjadi salah satu andalan ekonomi keluarga. Disinilah kami fikir perlunya campur tangan seluruh pihak di Kabupaten Bekasi khususnya, untuk bisa memfasilitasi bagaimana kemudian hasil-hasil kerajinan para kaum perempuan ini bisa menjadi nilai yang ekonomis dan bisa dipasarkan,”ulasnya.(*)