Mensos Serahkan Bantuan PKH bagi 1000 Warga Kab.Bekasi

Pemerintah telah memperbesar anggaran PKH pada tahun ini dan telah mengubah skema pemberian dana kepada keluarga penerima manfaat dari flat menjadi non flat.

CIKARANG – Pelaksana Tugas Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja mendampingi Menteri Sosial Republik Indonesia Agus Gumiwang Kartasasmita, memberikan secara simbolis bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan non Tunai (BPNT), kepada 1.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Bekasi pada Kamis (4/4/19) bertempat di Aula Gedung Serbaguna Serang, Desa Sukadami-Cikarang Selatan.

Turut hadir pula para Pejabat Eselon I dan II Kementerian Sosial RI, Wakapolres Metro Bekasi, pimpinan Bank BNI, serta para pendamping sosial.

Jumlah peserta yang hadir pada acara ini sebanyak 1.200 orang terdiri atas 1.000 orang KPM dari Kecamatan Cikarang Selatan, Kecamatan Cikarang Utara, Kecamatan Cikarang Pusat, Kecamatan Serang Baru, Kecamatan Setu serta 200 SDM PKH dan BPNT beserta undangan.

Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita dalam sambutannya mengatakan, Pemerintah memiliki keyakinan angka kemiskinan pada akhir 2019 berada pada angka 9 persen seiring berjalannya berbagai program bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis hari ini, Angka kemiskinan kembali turun dari 9,82 persen ke 9,66 persen sementara Gini Rasio dari 0,391 turun menjadi 0.389, pada September 2018, bahwa angka kemiskinan sudah berhasil kita tekan kembali.

“Selain itu, selain angka kemiskinan bisa kita tekan, secara bersamaan pemerintah juga berhasil memperbaiki gini rasio,” ucap Agus.

Untuk mencapai target tersebut, kata Agus, pemerintah telah memperbesar anggaran PKH pada tahun ini dan telah mengubah skema pemberian dana kepada keluarga penerima manfaat dari flat menjadi non flat.

“PKH itu menurut saya, memberikan kontribusi yang substansial dalam program kesejahteraan rakyat, terutama pengurangan kemiskinan,” ujarnya.

“Kami percaya program PKH bukan hanya memperbaiki angka kemiskinan, tapi juga memperbaiki Gini ratio. Jadi program ini langsung kita rasakan jangka pendek dan menengah juga akan kita rasakan manfaatnya jangka panjang,” tambahnya.

Lebih lanjut, Agus mengatakan penerima bantuan yang pada tahun 2014 hanya 3 juta penerima menjadi 10 Juta penerima pada tahun 2018. Penerima BPNT terus meningkat dari 1,3 juta di tahun 2017 menjadi 10 juta di tahun 2018 dan ditargetkan di tahun 2019 menjadi 15,6 juta.

“Pada bulan Desember 2018 lalu, Bapak Presiden Jokowi menyampaikan komitmen untuk menambah jumlah KPM PKH di tahun 2020 menjadi 15,6 juta KPM. Ini berarti nanti diharapkan seluruh KPM BPNT juga masuk sebagai peserta PKH,” katanya.

“Saya berharap semoga Ibu-ibu penerima PKH dan BPNT, supaya bantuan yang diterima dapat bermanfaat dengan baik dan dapat meningkatkan taraf hidup Ibu-ibu,”imbuhnya

Sementara itu, Plt Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja mengungkapkan jumlah keluarga miskin di Kabupaten Bekasi mencapai 500 ribu, dengan penerima bantuan PKH sekitar 60 ribu, dan BPNT itu sekitar 96 ribu dari Kementerian Sosial. Dengan bantuan ini, diharapkan dapat mengurangi kemiskinan di Kabupaten Bekasi.

“Jadi bantuan ini sangat berarti sekali bagi masyarakat Kabupaten Bekasi, harapan kita bantuan tersebut bisa tepat sasaran,” singkatnya.