Kabid KKP DKP Paparkan Pentingnya Cegah Stunting dan Gizi Buruk

Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan di Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bekasi, Yeta Hendriwideta

Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan di Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bekasi, Yeta Hendriwideta menjelaskan, Ketahanan pangan adalah hal yang paling strategis bagi suatu daerah, karena pangan adalah hal yang terpenting bagi kehidupan manusia.

Di dalam mewujudkan ketahanan pangannya, setiap daerah memiliki konsep yang unik tergantung dari kondisi masing-masing wilayah.

Kabupaten Bekasi dengan kondisi wilayah geografis, sosial, budaya, ekonomi yang khas; seharusnya mampu membangun sistem ketahanan pangan yang kokoh dan mengakar.

Untuk itu, diperlukan suatu upaya yang menyeluruh untuk membangun ketahanan pangan sesuai dengan kondisi di Indonesia.

Strategi yang dapat digunakan meliputi pemantapan ketersediaan pangan dengan basis kemandirian yang berkedaulatan dengan mengutamakan potensi lokal mulai dari penyediaan input hingga industri pengolahan akhir, peningkatan kemudahan dan kemampuan mengakses pangan, peningkatan kuantitas dan kualitas konsumsi pangan menuju gizi seimbang berbasis pada pangan lokal, peningkatan status gizi masyarakat, serta peningkatan mutu dan keamanan pangan.

Meski pertumbuhan ekonomi terus terjadi, kasus seperti stunting masih menjadi permasalahan besar untuk sebagian besar negara di dunia. pentingnya untuk memahami kandungan gizi dalam makanan

Ketahanan pangan dan nutrisi bukan hanya mengenai jumlah bahan makanan yang tersedia, tapi juga kandungan gizi di dalamnya. Memperhatikan ketahanan pangan artinya mengubah pola pikir dalam melihat definsi hidup yang sehat dan seimbang.

Hal ini senada dengan pendapat banyak ahli bahwa nutrisi perlu diposisikan dalam sisi demand, dan ketahanan pangan dalam sisi supply, agar kekurangan gizi dapat diatasi secara komprehensif.

Berdasarkan UU Pangan, ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi Negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan.

Konsep ketahanan pangan dapat diterapkan untuk menyatakan situasi pangan pada berbagai tingkatan yaitu tingkat global, nasional, regional, dan tingkat rumah tangga serta individu yang merupakan suatu rangkaian system hirarkis.

Hal ini menunjukkan bahwa konsep ketahanan pangan sangat luas dan beragam serta merupakan permasalahan yang kompleks. Namun demikian dari luas dan beragamnya konsep ketahanan pangan tersebut intinya bertujuan untuk mewujudkan terjaminnya ketersediaan pangan bagi umat manusia.

Ketahanan pangan menghendaki ketersediaan pangan yang cukup bagi seluruh penduduk dan setiap rumah tangga. Dalam arti setiap penduduk dan rumah tangga mampu untuk mengkonsumsi pangan dalam jumlah dan gizi yang cukup.

Permasalahan aspek produksi diawali dengan adanya peningkatan hasil produksi pangan besar-besaran, namun disatu sisi ternyata penduduk masih kekurangan pangan. Aspek selanjutnya adalah aspek distribusi.