BPBD Kab Bekasi Giat Sosialisasikan Sekolah Aman Bencana

SAB (Sekolah Aman Bencana) di buka oleh Kepala BPBD KAB. BEKASI (Bpk. H. Adeng Hudaya AP. MS.i) di ruang serbaguna LT.3 di hadiri oleh Kalaksa Provinsi Jawa Barat (Kamis, 28/3/19)

CIKARANG – Sebanyak 50 pengajar (guru) mendapatkan pembekalan mengenai sekolah aman bencana (SAB). Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi dan meningkatkan kewaspadaan kepada tenaga pendidik terhadap persoalan kebencanaan.

SAB (Sekolah Aman Bencana) di buka oleh Kepala BPBD KAB. BEKASI (Bpk. H. Adeng Hudaya AP. MS.i) di ruang serbaguna LT.3 di hadiri oleh Kalaksa Provinsi Jawa Barat (Kamis, 28/3/19)

Sekolah Aman merupakan upaya membangun kesiapsiagaan sekolah terhadap bencana dalam rangka menggugah kesadaran seluruh unsur-unsur dalam bidang pendidikan baik individu maupun kolektif di sekolah dan lingkungan sekolah baik itu sebelum, saat maupun setelah bencana terjadi.

“Komponen sekolah harus sudah mempunyai tas aman shiaga setidaknya berisi perlengkapan: makanan dan minuman untuk bertahan 1 x 24 jam serta radio transistor / radio komunikasi Orang tua bertanggungjawab untuk membekali peserta didik perempuan/laki-laki sesuai kebutuhan hidupnya termasuk kebutuhan untuk anak-anak berkebutuhan khusus,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bekasi, Adeng Hudaya.

Adeng juga menjelaskan, para peserta yang hadir merupakan perwakilan dari sejumlah sekolah yang ada di Kabupaten Bekasi.

“Persiapan antisipasi kebencanaan bukan hanya tugas dari pihak sekolah, tetapi berbagai pihak. Karena itu, edukasi ini kami berikan pelajar, dan pemangku kepentingan lainnya,” katanya.

“Dalam kesempatan ini para peserta diberikan bekal pengetahuan yang cukup soal siaga bencana sehingga diharapkan bisa ikut membantu menyelamatkan orang lain disekitarnya,” jelasnya.

Workshop tersebut diharapkan pihak sekolah bisa mewujudkan SAB sehingga bisa pengurangan risiko bencana (PRB) bagi anak.

“Akhir dari kegiatan ini, kita akan mengadakan simulasi antisipasi kebencanaan yang diadakan di lingkungan sekolah dan evaluasi terhadap para peserta pelatihan,” ucapnya.