Ditawarkan Rp 20 Miliar, Ijin Proyek Meikarta Langsung di Proses

Saksi Taufik

BANDUNG – Taufik yang saat itu menjabat sebagai Kepala Bidang Tata Ruang Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bekasi dalam kesaksiannya di sidang dugaan suap proyek Meikarta menyebut, awalnya dia dikontak oleh Bupati Neneng yang menanyakan tentang proyek Meikarta.

Singkat cerita, Taufik dan kenalannya di Lippo Cikarang, Satriadi bertemu dan membahas soal perizinan proyek Meikarta dengan luas total 438 hektare.

Dalam pertemuan itu kata Taufik, Satriadi tidak sendirian. Satriadi ditemani oleh Edi Dwi Soesianto, Kepala Divisi Land Acquisition and Permit PT Lippo Cikarang,

“Saya, Pak Edi Soes dan Satriadi ngobrol. Beliau (Satriadi) menyampaikan akan membangun apartemen. Saya tanya berapa luasnya, dijawab 438 hektare, saya bilang besar banget. Terus beliau menyampaikan kira-kira bagaimana prosesnya. Saya bilang ajukan saja. Lalu beliau (Satriadi) menanyakan berapa biayanya? Saya bilang nggak tahu. Lalu beliau (Satriadi) menyampaikan bagaimana kalau Rp 20 miliar? Saya bilang, nanti disampaikan,” kata Taufik dalam kesaksiannya dihadapan Jaksa KPK dan Majelis Hakim.

Setelah pertemuan tersebut, Taufik menghadap ke Bupati Neneng. Hasil pertemuannya dengan Edi dan Satriadi disampaikan Taufik ke Bupati Neneng. Termasuk soal biaya Rp 20 miliar untuk pengurusan izin.

“Waktu itu ibu Bupati nggak sampaikan apa-apa. Cuma bilang ya udah diproses saja,” kata dia. (jie)