Intan Fauzi Enggan Berkomentar Usai Jalani Klarifikasi di Bawaslu

Intan Fauzi (kerudung putih) penuhi undangan pemanggilan klarifikasi oleh Bawaslu Kota Bekasi, senin (11/3/2019)

BEKASI KOTA – Calon Legislatif DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN) daerah pemilihan (dapil) Kota Bekasi-Kota Depok, Intan Fitriana Fauzi memenuhi undangan pemanggilan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bekasi, Senin (11/3/2019).

Politisi PAN yang saat ini menjabat sebagai Anggota DPR RI ini dipanggil sentra Gakkumdu Bawaslu untuk dimintai klarifikasi terkait dugaan pelanggaran Pemilu.

Intan Fauzi datang ke kantor Bawaslu sekitar pukul 12.15 WIB. Beliau datang di dampingi Eef Saefuloh Fatah dan tim.

Usai menjalani proses klarifikasi, Intan Fauzi enggan berkomentar banyak terkait pemanggilan dirinya untuk dimintai klarifikasi oleh Bawaslu Kota Bekasi. Ia malah meminta kepada awak media menanyakan langsung kepada pihak Bawaslu terkait pemanggilannya.

“Soal itu tanyakan langsung ke Bawaslu saja, ada mas Tomy diatas,” jawab Intan Fauzi sambil berjalan keluar dari kantor Bawaslu menuju mobilnya.

Sementara, Eep Saefulloh Fatah mengatakan, kehadirannya ke kantor Bawaslu mendampingi Intan Fauzi karena dalam kapasitasnya sebagai Konsultan resmi Pemenangan PAN untuk DPR RI

“Saya hadir disini konsultan resmi pemenangan PAN untul DPR RI, dan itu tidak saya tutup-tutupi. Tanggal 5 Maret yang lalu misalnya di Surabaya kami bikin acara terbuka, jadi posisi saya konsultan resmi pemenangan PAN untul DPR RI,” kata Eep

Eep juga mengaku tidak ingin menanggapi terkait persoalan pemanggilan Intan untuk di klarifikasi oleh pihak Bawaslu.”kalau soal ini silakan tanya Bawaslu. Jadi Bawaslu nanti yang akan memberikan penjelasan,” tukasnya.

Sebelumnya, Bawaslu Kota Bekasi sempat melakukan investigasi ke posko pemenangan Intan Fauzi, di salah satu ruko di Grand Galaxy City Bekasi. Di sana Bawaslu menemukan ratusan kardus berisi makanan balita dan susu ibu hamil yang diproduksi oleh Kementerian Kesehatan RI, yang juga sudah dilengkapi dengan tempelan stiker Intan sebagai Caleg.

Barang-barang tersebut diduga dijadikan bahan kampanye oleh Intan dan timnya. Dan telah dibagikan di dua titik, di wilayah Bekasi Timur dan Jatiasih.

“Kita (Bawaslu Kota Bekasi) sudah sepakat itu masuk pelanggaran. Tapi (kenanya) sebagaimana diatur pada UU Nomor 7 Tahun 2017 Pasalnya 523 ayat 1 juncto pasal 280 ayat 1 huruf j, tentang peserta kampanye memberikan atau menjanjikan uang atau materi lainnya. Nah itu ancaman hukumannya 1 tahun dan denda Rp 12 juta,” jelas Komisioner Bawaslu Kota Bekasi, Ali Mahyail kepada wartawan Kamis (7/3/2019) lalu.(RON)