Pemkab Bekasi Tambahkan Anggaran Untuk Fasilitasi Sertifikasi SNI

Dicky Juniardiana Rosatijawan

CIKARANG – Dengan semakin menguatnya globalisasai ekonomi, standardisasi berperan penting untuk memfasilitasi transaksi perdaganga,n mendukung pengembangan industry, dan mengatur tata pemerintahan untuk pelayanan yang lebih cepat dan lebih baik. Pembentukan Kantor Layanan Teknis (KLT) Badan Standardisasi Nasional (BSN) di Bekasi merupakan salah satu strategi BSN dalam mendekatkan layanan standardisasi kepada stakeholder.

Pemerintah Kabupaten Bekasi menyambut baik keberadaan KLT BSN di Bekasi, karena di Bekasi terdapat banyak IKM yang dapat dikembangkan. “Saat ini, terdapat banyak sentra-sentra IKM di Bekasi yang dapat mengangkat perekonomian rakyat. Dengan adanya KLT, saya harap KLT bisa membina ikm-ikm yang ada di Bekasi,”ujar Sekretaris Dinas Perindustrian Kabupaten Bekasi, Dicky Juniardiana Rosatijawan. dalam Talkshow “Penerapan SNI di Industri untuk Indonesia berdaya saing” di Bekasi, Selasa (26/2/2019). Talkshow ini dihadiri oleh stakeholder terkait, baik dari Pemerintah Kabupaten Bekasi maupun para pelaku usaha di wilayah Bekasi

Dicky pun menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Bekasi siap mendukung program-program BSN dalam melakukan pembinaan. “Setelah beraudiensi dengan BSN, kami kini lebih terbuka, betapa pentingnya standar bagi pelaku usaha. Ke depan, kami akan meminta angggaran tidak hanya fasilitas halal saja, tapi juga untuk sertifikasi SNI,” tegasnya. Ia pun mengajak para pelaku usaha dari industry kecil menengah supaya datang ke KLT BSN untuk mendapatkan bimbingan dari BSN.

Dalam kesempatan ini, Direktur Penguatan Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian BSN, Heru Suseno mengatakan, para pelaku usaha dapat memanfaatkan KLT BSN untuk mempermudah penerapan SNI “Dengan adanya KLT, kita bisa melakukan konsultasi bagaimana menerapkan SNI. Tentu apa yang ada di dalam dokumen SNI harus dapat dipahami oleh pelaku usaha,”ujarnya

Ia pun menyatakan bahwa BSN akan menjadikan KLT sebagai sarana untuk membina UKM-UKM yang terdapat di Bekasi. “Tentu dengan adanya KLT, intensitas pelayanan BSN kepada para pelaku usaha terkait standardisasi dan penilaian kesesuaian dapat lebih intensif,”paparnya. Ia menambahkan, saat ini sudah ada 55 UKM binaan BSN yang tersertifikasi SNI. “Kami mencoba membuat role model yang dapat menjadi inspirasi bagi UKM-UKM lain untuk menerapkan standar,” ujarnya.(jie)