Neneng H Yasin Mundur, Dedi Mulyadi Minta DPRD Segera Gelar Rapat Paripurna

CIKARANG UTARA -Terkait surat pengunduran diri, Bupati Bekasi non aktif, Neneng Hasanah Yasin yang telah dibahas oleh DPRD Kabupaten Bekasi, Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meminta agar DPRD Kabupaten Bekasi untuk segera melakukan rapat paripurna.

“Mengenai pengunduran diri Neneng Hasanah Yasin, sudah disampaikan kepada DPRD, dan kami DPD Jawa Barat meminta ketua DPRD untuk segera membuat rapat paripurna. Selanjutnya menyampaikan kepada Mentri Dalam Negri(Mendagri) melalui Gubernur Jawa Barat,” kata Dedi Mulyadi kepada awak media saat melakukan konfersi pers di Ballroom Hottel The Colection jababeka, senin malam(25/2/2019).

Lanjut Dedi Mulyadi , bila mekanisme tersebut telah dijalankan, menurut perhitungannya maka sebelum pemilu atau sekitar bulan April, Eka Supri Atmaja akan resmi menjabat sebagai Bupati Definitif.

“Kalau mekanisme ditempuh, maka bulan Maret ini secara administratif pengunduran dirinya sudah selesai, yang diharapkan bulan April sudah keluar surat penetapan bupati yang definitif,” tegasnya.

Selain itu, terkait posisi wakil bupati, Ketua DPD Jawa Barat ini enggan untuk berkomentar lebih. Karena ia menilai hal itu nantinya bakal dibahas usai pemilu mendatang dengan mempertimbangkan hasil pemilu tersebut.

“Fokus kita pemilihan pemilu, karena itu menjadi fokus, maka tidak boleh ada kegiatan aktifitas yang bisa mengganggu fokus itu. Setelah pemilihan presiden dan legislatif, kita akan lihat siapa kader terbaik yang paling pantas menduduki jabatan wakil bupati,” jelas Dedi

Untuk menjabati posisi wakil bupati, Dedi memiliki tiga syarat yang menjadi aspek pertimbangan yakni memiliki keserasian dengan bupati, memiliki keserasian dengan DPRD, dan memiliki keserasian dengan masyarakat.

“Ketiga hal itu menjadi syarat calon wakil bupati dari Partai Golkar,” tegasnya.

Kendati masih harus mempertimbangkan usulan partai koalisi, Dedi secara implisit menerangkan kemungkinan besar yang mengisi kursi wakil adalah kader partai golkar.

“Kita lihat dari sisi aspek kan dua duanya kader Partai Golkar, kemudian bagaimana membangun komunikasi dan mekanisme dengan partai lain, ya nanti kita bicarakan setelah pemilu mendatang,” ujarnya.

Menyinggung targetan suara untuk meraih kemenangan Pemilihan presiden, Dedi mulyadi optimis mendapat 55 persen untuk wilayah kabupaten bekasi.

“Ini realistis, mengingat elektabilitas partai golkar melebihi dari partai lainnya,”tutupnya.(RAH)