Musrenbang Kayuringin Jaya, Warga Minta Perbaikan Jaling dan Saluran Air

Musrenbang Kelurahan Kayuringin, Bekasi Selatan

BEKASI SELATAN – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kota Bekasi Tingkat Kelurahan Kayuringin Jaya Kecamatan Bekasi Selatan Kota Bekasi digelar pada Senin, (19/1/2019) di Aula Kantor Kelurahan Kayuringin Jaya.

Dalam kesempatan Musrenbang kali ini, juga dihadiri Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Bekasi Abdillah, Camat Bekasi Selatan Tajudin, Lurah Kayuringin Jaya, Supriadi, dan jajaran terkait. Juga hadir anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PKS Dadi Kusradi

“Berbagai usulan kegiatan yang dihimpun dari forum RW dalam Musrenbang menjadi dasar penyusunan RKPD 2020. Maka saya harap warga bisa ikut berperan aktif memberikan masukan,” kata Camat Bekasi Selatan Tajudin.

Disampaikan dalam usulan kegiatan kelurahan Kayuringin Jaya, warga banyak menginginkan perbaikan jalan lingkungan (Jaling) dan saluran untuk mengatasi banjir. Selain itu program untuk sekolah di wilayah Kayuringin Jaya dan rencana program pembangunan kantor baru Kelurahan Kayuringin Jaya.

Suwaldi, Ketua RW 11 Kayuringin Jaya mengatakan diwilayahnya dari perempatan Kayuringin kerap terjadi limpasan air hujan dari jalan Ahmad Yani. Maka ia ingin saluran di Jalan Burangrang dan Jalan Tangkuban Perahu lerlu diperbaiki sehingga apabila hujan deras genangan air tidak terjadi.

“Ini sudah diusulkan setiap musrenbang dari tahun 2013. setiap usulan kalau masuk biasanya ada tim mengukur. Tapi saat ini belum ada rencana,” kata Edi.

Kepala UPTD DBMSDA Toto mengatakan berbagai usulan warga akan pihaknya himpun hingga 7 hari kedepan. Setelahnya akan diusulkan hingga tingkat kecamatan Bekasi Selatan.

Terkait usulan kegiatan perbaikan jalan atau saluran ia memberi saran agar dibuat dengan nama rehabilitasi. Ini dilakukan agar perencanaan perbaikan jalan atau saluran tersebut sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB), maka nama kegiatan administrasi harus diusulkan dengan mencantumkan nama rehabilitasi jalan atau rehabilitasi saluran.

“Rehabilitasi jalan bisa disesuaikan dengan kondisi lapangan. Apakah perlu di aspal atau dibeton. Sayang, kalau di awal namanya mina pengaspalan jalan lingkungan tapi kenyataannya perlu di beton. Begitu pun untuk rehabilitasi saluran. Karena kebanyakan selama ini diusulkan normalisasi saja. Kalau rehabilitasi saluran ada fisiknya juga tidak hanya normalisasi,” kata Toto. (goeng)