236.5 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Bekasi Belum Tersentuh

Permukiman di TPST Bantargebang.(IST)

BEKASI SELATAN – Pembangunan di Kota Bekasi terbilang sangat pesat dalam 1 dekade ini, karena Kota Bekasi sangat dekat dengan Ibu kota Indonesia yakni DKI Jakarta, sehingga tidak bisa di pungkiri pembangunan di Kota Bekasi terus bertambah.

Kota Bekasi juga disebut salah satu kota metropolitan yang berada di Indonesia. Dengan luas Wilayah mencapai 210.49 KM2, Kota Bekasi juga memiliki 12 Kecamatan dan 56 Kelurahan yang ada di dalamnya.

Meski Kota Bekasi sudah bisa di bilang Kota Metropolitan, namun nyatanya lingkungan masyarakatnya di sekitar masih banyak belum tertata dengan baik dan bisa dikatakan dibilang Kumuh.

Pada Tahun 2016 Kota Bekasi mencatat dari 12 Kecamatan dan 56 Kelurahan yang ada Kota Bekasi memiliki 430 hektare masuk kategori Kawasan kumuh. Informasi tersebut didapatkan dari Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi. 

Melihat masih banyak kawasan kumuh di Kota Bekasi, Disperkimtan melakukan Survei di 56 Kelurahan yang ada di Kota Bekasi, Survei yang dilakukan mengikuti Program Kotaku yang langsung di buat oleh pusat, dan kini di terapkan di Kota Bekasi.

Dari 430 hektare kawasan kumuh, dalam dua tahun berjalan program kotaku belum sepenuhnya merata di setiap lingkungan yang ada di setiap Kelurahan.

Kepala Seksi Pembinaan dan Penyuluhan Perumahan Dinas Perkimtan Kota Bekasi, Lutfi Hanifah mengatakan, Program Kotaku itu memang program  Pemerintah Pusat, dari pusat memberikan bantuan kepada 5 kelurahan karena lolos seleksi dan mendapat bantuan dari APBN kelurahan tersebut adalah Kelurahan Kayuringin, Marga Mulya, Marga Hayu, harapan Mulya, Kali Baru. Sedankan Disperkimtan juga membantu dari anggaran APBD kota Bekasi.

“sedangkan tahun 2017 lalu 56 kelurahan mendapat bantuan APBD masing-masing 1 miliar dari program kotaku, untuk tahun 2018 ini hanya 2 kelurahan yang dapat bantuan APBD Kota Bekasi. sedangkan yang 5 kelurahan bandapat bantuan dari pusat APBN karena lolos seleksi, semuanya kita ajukan hanya lima saja yang dapat daerah lain hanya Satu kelurahan saja yang adapat bantuan APBN hanya Kota Bekasi saja yang dapat 5 Kelurahan,” Kata Imas saat di temui di ruang kerjanya, kemarin Jum’at (2/11/2018).

Menurutnya, dari 430 Hektare sudah berkurang lingkungan kumuh mencapai 193.5 hektar atau 45 persen sehingga tahun ini masih ada sekitar 55 persen atau setara dengan 236.5 hektare lagi kawasan kumuh yang ada di Kota Bekasi belum tersentuh.

Dikatakan, Penataan kawasan kumuh dilakukan mulai dari Drainase, Air Bersih, penataan lingkungan dan bedah rumah. Pemkot Bekasi menargetkan pada 2019 penataan kawasan kumuh di Kota Bekasi bisa mencapai 80 persen.

“Kita target 80 persen lah hingga 2019 terselesaikan kawasan kumuh diwilayah Kota Bekasi, Program kotaku pun selalu di Audit oleh pihak BPKP agar berjalan dengan semaksimal mungkin,” Ungkapnya.(RON)