Kedapatan Bawa Ganja, Polisi Tangkap Sekelompok Suporter Saat Nonton Laga Persija

BEKASI SELATAN – Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Bekasi Kota menangkap sekolompok suporter karena kedapatan membawa barang haram jenis Ganja saat menonton laga Persija vs Perseru Serui di Stadion Patriot Candra Bhaga pada Senin (8/10/2018).

Kejadian tersebut berawal anggota polisi sedang mengamankan jalannya pertandingan antara Persija vs Perseru Serui. Anggota mendapat laporan dari masyarakay bahwa ada supertor kedapatan membawa narkotika jenis ganja. Sebelumnya, polisi mengamankan 14 orang yang mencurigakan, setelah dilakukan pemeriksaan, 5 orang ditahan oleh polisi.

“Ketika anggota sedang pengamanan pertandingan sepak bola, kita mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada sekelompok orang yang mencurigakan di lantai tiga tempat parkir stadion candra bhaga,” kata Wakapolres Metro Bekasi, AKBP. Wijonarko Rabu (10/10/2018)

Tersangka berinisial SA (21), TH (26), KS (43), FR (32) serta IF (22), barang bukti yang berhasil diamankan berupa ganja yang disembunyikan di dalam kaleng seberat 0,72 gran, 3 linting ganja seberat 1,52 gram, kartu anggota suporter klub sepak bola, serta HP para tersangka. sementara itu, satu tersangka yang diduga menjual barang haram tersebut menjadi DPO berinisial DL.

“9 orang kita kembalikan kepada orang tuanya namun sebelumnya kita adakan pembinaan agar tidak melakukan lagi, sedangkan 5 orang ini kita adakan penyelidikan lebih lanjut,” kata Wijonarko.

Menurut pengakuan para tersangka, ganja tersebut dia beli dari AL yang sekarang menjadi DPO seharga 25.000 rupiah, dan dalam perjalanan menuju Bekasi, mereka juga telah menggunakan ganja tersebut di dalam bus yang mereka tumpangi.

“Sebelumnya, mereka berangkat dari pasar minggu akan menyaksikan pertandingan, sesampai di stadion candra bhaga, mereka janjian dengan kawannya dengan membawa ganja tersebut dan menghisapnya di parkiran stadion,” ujar Wakapolres Bekasi.

Para tersangka dikenakan Pasal 114 ayat 1, subs Pasal 111 ayat 1 subs pasal 127 ayat 1 huruf a junto Pasal 132 ayat 1 undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Para tersangka terancam hukuman penjara paling singkat 5 (Lima) tahun dan maksimal 12 ( Dua belas) tahun penjara dan denda paling sedikit 1 miliar.(RON)