Kasat Pol PP Targetkan 19 Karoke Disegel dalam Tiga Hari

penyelegalan tempat karaoke di Ruko Thamrin – Lippo Cikarang, Cikarang Selatan.

CIKARANG – Kepala Satpol PP Kabupaten Bekasi, Hudaya, didampingi aparat kepolisian dan TNI, Selasa, (09/10/2018) melaksanakan penyelegalan dan menutup paksa tempat karaoke di Ruko Thamrin – Lippo Cikarang, Cikarang Selatan.

Penutupan paksa tersebut sebagai tindaklanjut dari penegakan Perda No 3 Tahun 2016 tentang kepariwisataan.

“Hari ini yang disegel sebagai tanda penutupan selamanya yaitu, V2, Mulia, Jenesis, Monalisa, kemudian Soyanggang, Holliwood, Buterfly. Hari ini kita segel tujuh tempat, besok hari Rabu 7 tempat dan Kamis 7 tempat lagi,” tegasnya.

Disebut Hudaya, kawasan Ruko Tamrin ada 19 tempat karaoke ada juga yang memiliki kamar-kamar tidur seperti hotel.

Dari daftar karaoke yang disimpan Satpol PP terdapat 83 tempat termasuk karaoke yang berada di dalam mall dan di dalam hotel.

Hudaya menegaskan, tempat karaoke yang ditutup paksa tersebut dipastikan sudah melanggar Perda No 3 Tahun 2016 tentang kepariwisataan.

“Semua tempat karaoke kita segel termasuk yang di mall dan hotel,” katanya.

Tugas Satpol PP, kata Hudaya, hanya menutup dengan menyegel tampat karaoke. Dia berharap para pelaku usaha kepariwisataan di Kabupaten Bekasi bisa mentaati Perda No 3 Tahun 2016.

“Ya walaupun mereka membuka segelnya dan beroperasi lagi, itu namanya bandel. Kalau sampai membuka segel jelas pidana. Dan itu bukan lagi urusan Satpol PP,” jelasnya.

Untuk diketahui, Pasal 47 ayat 1 Perda 3 tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan, menyatakan bahwa tempat karaoke, diskotik, live music, bar, klab malam hingga panti pijat dilarang beroperasi di Kabupaten Bekasi.(jie)