Akhir Agustus 2018, PAD Pemkot Bekasi Capai 50,81 persen.

Karya Sukmajaya

BEKASI – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bekasi melalui hasil pajak daerah 2018 ditargetkan mencapai 2,431 Triliun.

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bekasi mencatat hingga tanggal 31 Agustus 2018, realisasi perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bekasi sebesar Rp.1.235.365.869.146 atau (50,81) persen.

Hal itu disampaikan Sekretaris Badan Pendapatan Daerah Kota Bekasi, Karya Sukmajaya. Dia mengatakan, pendapatan tersebut akan terus meningkat seiring berjalannnya waktu, karena Bapenda terus berupaya meningkatkan pemasukan PAD.

“Masih ada waktu 4 bulan lagi, Insha Alloh target tercapai. Kita terus berupaya meningkatkan PAD Kota Bekasi,” ucap Karya saat ditemui dikantornya, senin (3/9/2018).

Dijelaskan, Jumlah tersebut bersumber dari pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, reklame, Pajak Penerangan Jalan (PPJ), pajak parkir, pajak air dan tanah, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

“Lagi proses menggali potensi PAD yang ada, kita optimis semua akan tercapai sesuai target,” ujarnya.

Lanjut Karya, saat ini Bapenda terus melakukan proses jemput bola untuk penarikan PBB. Selain itu juga terus opsir ke wilayah bekerja sama dengan pihak Kecamatan, UPTB Pendapatan Kecamatan, Kelurahan hingga ke tingkat RW untuk menarik PBB.

Dirinya berharap kepada masyarakat untuk taat membayar PBB sampai batas yang telah ditentukan agar tidak terkena denda administrasi. Karena pajak dari masyarakat digunakan kembali untuk pembangunan Kota Bekasi.

“10 September batas pembayaran PBB, kalau lewat pada tanggal yang ditetapkan akan ada denda administrasi,” imbuhnya.

Bapenda juga rutin melakukan rapat dan evaluasi dengan Dinas terkait demi meningkat kan pendapatan pajak daerah Kota Bekasi.

“Kita yakin, sampai akhir tahun akan tercapai target PAD yang di tentukan oleh Pemkot Bekasi,” tandasnya.(RON)