Ada THM Ganti Nama, juga ‘berkedok’ Hotel, Satpol PP Pastikan Ditutup Permanen

Kasatpol_PP Kabupaten Bekasi, Hudaya

CIKARANG – Kepala Satpol PP Kabupaten Bekasi, Hudaya, Selasa, (12/9/2018) sudah mendapat laporan adanya tempat hiburan malam (THM) yang baru dan berganti nama, bahkan ada yang berusaha merubah bentuk menjadi hotel.

Namun begitu, dia menegaskan sudah memberikan surat peringatan pada tempat hiburan malam (THM) yang berada di kawasan Ruko Thamrin, Lippo Cikarang, CIkarang Selatan.

“Kami tau ada yang baru, ada yang ganti nama, malahan ada yang merubah bentuk atau menutupinya dengan hotel. Itu sudah kita berikan peringatan pertama beberapa hari lalu,” katanya.

Dalam upaya penegakan Perda kata Hudaya, peringatan tersebut nantinya akan berujung pada penutupan secara permanen. Pria berkacamata ini pun mengaku tidak akan menerima pihak-pihak yang akan berupaya melakkan negosiasi.

“Berkaitan dengan peringatan dan penutupan THM, saya tegas dan tidak akan mau bertemu pihak-pihak yang berupaya negosiasi. Siapapun orangnya,” tegasnya.

Meski belum ada yang melakukan negosiasi, sampai dengan saat ini kata Hudaya, tidak ada pihak THM yang protes.

“Tidak ada negosiasi dan tidak ada yang protes dari pihak THM,” singkatnya.

Lokasi THM di Ruko Thamrin dinilai sudah meresahkan masyarakat, untuk itu penegakan Perda segera dilakukan penutupan lantaran sudah tersedia anggaran Penegakan Perda tersebut.

Sebelumya dikabarkan, Kamis pekan lalu Satpol PP sudah menyebarkan surat peringatan I yang ditujukan untuk pengusaha THM segera menutup usahanya.

Setelah surat peringatan I yang berlaku sampai dengan 7 hari sejak diberikan, akan disusul surat peringatan ke 2 dengan masa waktu 3 hari, dan peringatan ke 3 yang diberi waktu 1 hari (24 jam) untuk segera ditutup.

Setelah habis waktu surat peringatan ke 3, Satpol PP akan di bantu semua instansi yang berkaitan dengan keamanan melakukan tugasnya unutk penegakan Perda.