Proses Kontruksi Tol Japek II Elevated Sudah 40 Persen

Pembangunan jalan tol Jakarta – Cikampek II Elevated

JAKARTA – Pembangunan jalan tol Jakarta – Cikampek II Elevated yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) telah mencapai progres pengerjaan konstruksi sebesar 40 persen.

Proyek jalan tol layang dengan panjang 38 kilometer ini sudah memasuki tahapan pekerjaan pengangkatan baja dasar (erection steel box girder) dan pekerjaan dasar lantai tol (slab lantai).

Project Manager Jakarta Cikampek II Elevated Fathkur Rozaq menjelaskan, box girder yang sudah terpasang sebanyak 500 dari total 2.400 box girder yang akan terpasang nantinya.

Fathkur menjelaskan, dalam proyek jalan tol Jakarta-Cikampek II Elevated ini, metode kerja yang digunakan selama pekerjaan konstruksi antara lain metode pondasi bored pile, metode pier head sosrobahu, metode pier head segmental precast,dan metode erection girder dengan launcher gantry & crane.

Adapun untuk pier head di area I jalan tol Jakarta-Cikampek II Elevated menggunakan sistem sosrobahu yang dikembangkan oleh rancangan insinyur asal Indonesia, Tjokorda Raka Sukawati. Pada awal pemasangan, arah pier head sejajar dengan jalan, kemudian setelah selesai konstruksi, pier head diputar 180% melintang jalan.

Adapun total pier head pada area I jalan tol Jakarta-Cikampek II elevated sebanyak 294 pier head. Dari jumlah tersebut sebanyak 200 pier head menggunakan teknik sosrobahu.

Fathkur mengatakan saat ini sebanyak 140 pier head sudah terpasang.

“Jadi saat ini untuk pekerjaan pile cap sudah 90%, pekerjaan kolom sudah 80%, dan pekerjaan pier head sudah 60%,” jelas dia.

Sebagai informasi, proyek jalan tol Jakarta-Cikampek II Elevated dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) bersama PT Acset Indonusa Tbk (ACST) pada tahun 2017 dengan nilai kontrak Rp13,53 triliun dan ditargetkan selesai pada tahun 2019.

Waskita memiliki porsi pengerjaan sebesar 51%, yaitu ruas dari Cikunir hingga Cikarang Utama sepanjang 19 kilometer. Sementara sisanya dari Cikarang Utama menuju Karawang Barat dikerjakan oleh PT Acset Indonusa Tbk (ACST).