Dinas Ketahanan Pangan Gandeng Masyarakat Kembangkan Menu Masakan Pangan Lokal

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bekasi, Agus Trihono

CIKARANG – Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Agus Trihono, Rabo (4/7/2018), menegaskan, dalam mengimplentasikan Undang-undang (UU) no 18 tahun 2014 tentang pangan, dinas yang dipimpinnanya melaksanakan serangkaian kegiatan. Dia menyebutkan ketahanan pangan sejatinya milik semua masyarakat.

Kegiatan tersebut salahsatunya sosialiasi berbagai jenis ragam makanan dan meningkatkan pengetahuan masyarakat akan pentingnya konsumsi pangan yang berimbang, bergizi, sehat dan aman (B2SH).

Serta meningkatkan pemahaman masyarakat dalam penerapan prinsip B2Sh, dan mendorong meningkatkan kreatifitas masyarakat dalam mengembangkan menu masakan pangan lokal.

“Dalam kegiatan yang bertema “isi piringku” ini adalah piring kita yang berisi pangan yang beragam brgizi seimbang dan aman. Pesan kita hari ini adalah mari kita tingkatkan aneka ragam makanan dengan menu B2SH berbahan laku lokal, agar masyarakat mengetahui isi piringku, yang terdiri dari bahan pokok sayuran, protein, ikan, dan buah-buahan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Konsumsi dan Ketahanan Pangan, Yeta mengatakan secara keseluruhan untuk memasyarakatkan pangan pokok selain beras.

“Jadi juara dari Kabupaten Bekasi akan dilombakan tingkat Jawa Barat, pemenang di Jawa Barat akan dilombakan tingkat nasional. Sementara untuk gerakan konsumsi itu kewajibannya harus mensosialisasikan dan memberikan pemahaman untuk menekan konsumsi beras dan meningkatkan konsumsi pangan pokok selain beras,” ujarnya.

Lomba cipta menu kata Yeta, diikuti 23 peserta dari 23 kecamatan, menu yang dilombakan yakni menu sehari-hari yang dikonsumsi untuk menu 2 hari.

“Kegiatan selama 1 hari ini mereka membuat menu selama 2 hari, menu yang disajikan untuk keluarga terdiri dari aya, ibu, dan 2 anak. Menu sarapan, makan siang, dan makan malam yang didalamnya harus mengandung unsur bergizi. Kami tidak mentolerir penggunaan produk import dalam menyajikan menu makanan,” jelasnya.

Dalam penyajian menu makanan dalam lomba tersebut juga dinilai dari sisi kebersihan, juga penampilannya.

“Misalnya ada peserta yang menyajikan desert, sate atau ada makanan yang di pepes, kita lihat apakah bersih bungkusnya dari daun atau alumunium foil dan aman tusukannya dari makanannya itu,” katanya.

Dalam lomba cipta menu makanan, Dinas Ketahanan Pangan mengundang juri dari PKK dan Chef dari salahsatu hotel ternama, dan ahli gizi.

Dinas Ketahanan Pangan kata Agus, terus mengawasi dan memantau ketersediaan pangan dalam jumlah yang cukup aman dan bergizi, yang berasal dari produksi sendiri, impor, cadangan maupun bantuan pangan.

“Berdasarkan hasil analisis Neraca Bahan Makanan (NBM) ktersediaan pangan di Kabupaten Bekasi hanya mampu menyediakan kebutuhan pangan seebsar 34,9 persen, itu data ditahun 2017.

Sebagian besar dipenuhi produksi beras, karena beberapa wilayah merupakan sentra produksi beras dengan tingkat kemandirian 110 persen,” jelasnya sambil menambahkan, 65,1 persen ketersediaan pangan Kabupaten Bekasi dpenuhi dari daerah lain berupa pasokan dari luar atau impor.

Dalam peta ketahanan dan kerentanan pangan, Kabupaten Bekasi tahun 2017, ada 7 desa dari 5 kecamatan yang masuk dalam kategori rentan pangan, yaitu, Desa Pantai Bahagia (Muaragembong), Desa Karangmulya (Bojongmangu), Desa Hegarmanah (Cikarang Timur), Desa Sukalaksana (Sukakarya), Desa Sukamurni (Sukakarya), Desa Karang Patri (Pebayuran), Desa Karangjaya (Pebayuran).