Dana Desa di Kecamatan Cabangbungin Masuk Kejaksaan

CIKARANG – Kepala Kejari Kabupaten Bekasi, Risman Tarihoran mengungkapkan, jajarannya sedang mengkaji laporan masyarakat terkait dugaan korupsi pengunaan Anggaran Dana Desa (ADD) yang terjadi di Desa Setialaksana, Kecamatan Cabangbungin.

“Laporan masyarakat sudah kita tanggapi dan akan ditelaah terlebih dahulu apakah ada indikasi korupsi atau tidak,” katanya.

Dijelaskan Risman, modus yang terjadi dalam dugaan tindak pidana korupsi Dana Desa bervariatif. Salah satunya adalah dengan memanipulasi Laporan Pertanggungjawaban (LPj). Padahal faktanya, banyak kegiatan yang dikerjakan tidak sesuai peruntukannya, bahkan ada yang fiktif.

“Biasanya yang dilaporkan soal Pertanggungjawaban (SPJ). Ada yang fiktif, ada juga yang dikerjakan hanya beberapa persen,” ucapnya.

Ia memastikan dalam waktu dekat, pihaknya akan segera meminta keterangan kepada semua  pihak yang terlibat dalam penggunaan Dana Desa di Desa Setialaksana, mulai dari Badan Pemusyawaratan Desa (BPD), Kepala Desa dan masyarakat.

“Tidak semua pihak di Desa yang bersangkutan mengetahui masalah pengelolaan anggaran karena dalam pemeriksaan sebelumnya ada yang BPD tidak tahu,” katanya.

Ia pun menghimbau kepada masyarakat untuk bersabar. Sebab, kata dia, semua laporan yang masuk ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi pasti ditanggapi dan ditindaklanjuti. Namun, prosesnya membutuhkan waktu untuk membuktikan kerugian uang negara karena melibatkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Untuk masyarakat yang melapor agar bersabar. Kejaksaan terus bekerja menindaklanjutinya, yang Desa Karang Asih saja lama itu,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, Tim Penyidik Kejari Kabupaten Bekasi telah menyita dokumen perkara dugaan tindak pidana korupsi Dana Desa di Desa Karang Asih Kecamatan Cikarang Utara.