Bappeda Berikan Solusi Bidang Infrastruktur Jangka Panjang

Kepala Bidang Fisik dan Prasarana pada Bappeda Kabupaten Bekasi, EY Taupik

CIKARANG – Kepala Bidang Fisik dan Prasarana pada Bappeda Kabupaten Bekasi, EY Taupik mengatakan, di Kabupaten Bekasi sedang berjalan proses tiga rencana pembangunan untuk mengurai kemacetan. Seperti pembangunan underpass Cibitung, flyover Lemahabang dan underpass Taman Aster Cikarang Barat.

Dari tiga rencana pembangunan itu, dua di antaranya saat ini sedang dalam progres pembangunan. Yakni pembangunan underpass Cibitung dan flyover Lemahabang.

“Untuk pembangunan underpass Taman Aster ke CBL belum dianggarkan. Karena kita mencoba pola kerja sama dengan pihak swasta. Untuk pembangunan underpass Cibitung, saat ini pembebasan lahannya sudah selesai. Pekerjaan itu saat ini sedang berjalan dan akan dikebut sampai 2019 mendatang. Pembangunan underpass Cibitung oleh kementerian. Sedangkan kita hanya menyediakan lahan saja,” katanya.

Underpass Cibitung berbeda dengan yang di Tambun Selatan. Di Cibitung untuk panjangnnya hanya sekitar 150 meter dan lebar untuk masing-masing jalur sekitar 7 meter.

“Underpass Cibitung lebih kecil kalau dibanding underpass Tambun Selatan. Tapi tetap ada dua arah atau dua jalur nantinya,” katanya.

Sementara untuk pembangunan flyover Lemahabang, kata Taupik, juga masih dalam proses. Karena pembangunan jalan layang di jalan provinsi dan negara ini perlu dilakukan review DED serta menunggu mendapat izin.

Namun, kemungkinan untuk flyover Lemahabang dibangun dari Jalan Raya Urip Sumoharjo arah Karawang sampai Jalan Raya Lemahabang arah Jababeka.

“Jadi nanti kendaraan yang ingin ke Jalan Raya Lemahabang melalui Jalan Raya Urip Sumoharjo dan memutar kemudian naik flyover. Kemungkinan 2020 sudah selesai pembangunannya,” katanya.

Selain flyover dan underpass, masih Taupik, Bappeda Kabupaten Bekasi juga merencanakan pembangunan akses baru utara-selatan yang terhalang Sungai Kalimalang dan jalan tol. Penambahan akses tersebut perlu dilakukan agar kendaraan tidak menumpuk di jalan utama.

“Rencana penambahan akses itu juga akan melalui pola kerja sama dengan pengembang. Tapi ini masih sebatas rencana,” katanya.

Pembangunan flyover, underpass dan penambahan akses dilakukan untuk mengurai kemacetan di Kabupaten Bekasi. Karena saat jam sibuk, jalan utama seringkali terjadi penumpukkan kendaraan.