Warga Cibadak Minta Pemda Bogor Pasang Lampu Jalan

BOGOR – Warga Kampung Kekupu, RT05/09, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat mengaku khawatir akan keamanan diwilayahnya. Betapa tidak lantaran tidak adanya lampu penerangan diwilayahnya

Amid (45) warga RT setempat mengaku sejak tinggal puluhan tahun di kampung tersebut dirinya masih ada rasa khawatir akan keamanan di daerahnya, pasalnya Penerangan Jalan Umum (PJU) belum juga ada.

“Saya sudah puluhan tahun tinggal di kampung ini, selama ini hanya melalui saluran lampu dari teras rumah saja pak,” kata Amid, kepada wartawan, Bogor, Minggu (3/6/2018).

Tak hanya itu, tiang listrik selama ini baru ada 3 tiang dilingkungannya. Salah satunya persis disamping rumahnya. Karenanya dia memohon kepada pemerintah daerah dan PLN untuk memikirkan nasib warga disini.

“Memang, janji akan ada penambahan tiang, sejak tahun 2002 sampai sekarang belum ada realisasi. Bahkan kami beli dua tiang listrik ini secara swadaya,” ujar dia

“Selama ini warga was-was akan kendaraan karena sudah sering kemalingan, karena cahaya lampu yang kurang,” ujar dia.

Senada dengan Amid, Wakil Ketua RW 09 Moh Anwar mengakui setiap gang di wilayah RT yang di huni penduduknya tidak ada sama sekali penerangan.

Kalau pun ada hanya dari rumah penduduk. Apalagi rumah penduduk disini semakin lama semakin padat, meski masih ada tanah-tanah kosong dan pepohonan, sehingga nuansa perkampungan di wilayah begitu gelap.

“Rumah disini sudah mulai padat pak. Satu RT saja kurang lebih sudah ada 150 rumah, apalagi jalan gang disini tembus satu sama lain, sehingga banyak kejahatan bisa terjadi. Ini karena lampu penerangan tak ada,” ucap Anwar.

Dia juga menjelaskan, selama ini pemasangan listrik hanya nyeting-nyeting dari rumah ke rumah karena tiang listrik jauh sekitar 200 meter dari tiang satu ke tiang berikutnya.

“Tiang hanya ada 3, jadi untuk pemasangan listrik baru, dari rumah ke rumah dengan nyeting-nyeting. Itu pernah saya bertanya ke orang PLN apa tidak masalah, mereka bilang tidak masalah nyeting-nyeting,” ucap Anwar kerap di sapa Pak Awang.

Meski kata pihak PLN tak masalah dengan menyeting-nyeting kabel listrik dari rumah ke rumah, namun ini menjadi kekhwatiran warga, sebab bisa saja arus listrik jadi turun dan apabila konslet bisa berakibat fatal.

“Kalau nyeting-nyeting begini kan masalah pak, kalau konslet rumah bisa terbakar. Selain itu cahaya lampu redup dan bisa juga merusak alat elektronik lainnya seperti kulkas dan TV. Juga rentan kehilangan motor,” keluhnya.

Karena itu Awang dan warga sekitar segera akan mengajukan permohonan kepada pemerintah agar di tujukan ke PLN untuk hal ini menjadi perhatian, apalagi jelang lebaran dan pemilu.

“Ini mengantisipasi keamanan warga jua pak. Nyeting dengan nyambung dari rumah ke rumah, butuh puluhan meter kabel dan itu pun warga yang membelinya dari jatah yang disediakan PLN,” papar dia.

Sementara Pemerhati Sosial Bivi Edward mengatakan keluhan masyarakat untuk segera ditindak lanjuti karena ini penting untuk menekan angka kriminalitas di lingkungan tersebut.

Edward yang kerap disapa Edhoy ini menjelaskan untuk PJU salah satu fasilitas umum dikelola oleh Pemda setempat yang difungsikan untuk memberikan penerangan jalan di malam hari agar pengguna jalan dan waraga merasa lebih aman dan juga nyaman.

“Pasalnya biaya operasional diambil dari hasil pajak penerangan jalan (PPJ) yang sudah wajib bagi setiap pelanggan PLN. PPJ dibayarkan setiap kali pelanggan membayar tagihan listrik bulanan. Nantinya hasil dari PPJ ini akan diserahkan ke Pemda dan selanjutnya akan dialokasikan sebagai biaya operasional daerah, temasuk pemasangan, pemeliharaan serta pembayaran tagihan listrik PJU,” ungkap dia.

Karena itu Edhoy berharap Pemerintah dan PLN memberikan perhatian serius, apalagi wilayah Kelurahan Cibadak akses sebagai salah satu daerah yang akan berkembang di Kota Bogor.

“Malu lah sudah banyak perumahan mewah, Mal dan apartemen serta perkantoran namun kampung di sekitar gelap,” ucap dia.

Edhoy meminta kepada warga agar segera mengajukan permohonan pemasangan PJU secepatnya, karena semua orang bisa mengajukan penambahan atau pengadaan penerangan jalan umum, dengan cara.

Warga lebih dulu melapor ke RT dan RW setempat untuk mendapatkan surat rekomendasi pemasangan penerangan jalan umum. Lalu menyampaikan surat ke Pemda agar mengajukan permohonan ke PLN.

“Selanjutnya PLN mengajukan survey ke lokasi untuk seting intalasi listrik sekaligus menghitung biaya yang dibutuhkan. Jika proses dilengkapi maka wajib bagi Pemda memberikan pelayanan terhadap warganya terlebih setelah izin PLN turun,” tandas dia.(jie)