KPU Sebut Potensi Golput Diprediksi dari Pekerja Informal

BEKASI SELATAN – Komisi Pemilihan Umum Kota Bekasi memprediksi mayoritas angka golput pada Pemilihan Kepala Daerah 2018 berasal dari kalangan pekerja informal. Demikian dikatakan, Komisioner KPU Kota Bekasi, Nurul Sumarheni, Senin (28/5/2018).

Menurut Nurul, kalangan pekerja informal memiliki waktu kerja di luar ketentuan jadwal cuti bersama Lebaran. Pada pengalaman Pilkada 2012, angka golput di Pilkada Kota Bekasi saat itu mencapai 51 persen suara, sebagian ada yang berasal dari pekerja informal.

“Seperti asisten rumah tangga, pedagang, wiraswasta, orang-orang yang tidak bekerja di perusahaan atau instansi pemerintah,” kata Nurul

Lanjut Nurul, Para pekerja formal pada Pilkada mendatang diyakini memiliki potensi lebih besar meluangkan waktunya datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Karena masa cuti Lebaran telah usai sebelum hari H pemilihan,” tutur Komisioner Bidang Sosialisasi dan SDM ini.

Pihaknya mengimbau masyarakat yang menjalani cuti bersama untuk mudik bisa kembali ke Kota Bekasi sebelum hari H pencoblosan.

“Makanya KPU mengeluarkan imbauan agar masyarakat yang bermudik dapat kembali ke Kota Bekasi sebelum waktu pemilihan,” ujar dia.

Pemilihan Kepala Daerah Kota Bekasi, kata dia, akan berlangsung pada 27 Juni 2018, sehingga pemudik diharapkan bisa pulang sebelum jadwal pencoblosan berlangsung.

“Jadwal pelaksanaan pemilihan memang berdekatan dengan libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1439 H, yang berjarak hanya 10 hari,” tandasnya. (RON)