Temukan Kejanggalan, CBA Laporkan Sejumlah Lelang Proyek ke Kejari Bekasi

BEKASI SELATAN – Center for Budget Analysis (CBA) melaporkan dugaan kecurangan pada beberapa proyek pengadaan di Pemerintah Kota Bekasi ke Kejaksaan Negeri Bekasi, Senin (16/4/2018).

“Kami menemukan adanya kejanggalan dalam proses lelang di 3 proyek di bawah tanggung jawab kelompok kerja B Barang/Jasa Bagian Fasilitasi Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Kota Bekasi Tahun Anggaran 2018, yang diduga lelang tidak normal, terindikasi adanya pengaturan dalam persyaratan kualifikasi, guna memenangkan perusahaan tertentu,” jelas Koordinator Investigasi Center for Budget Analysis, Jajang Nurjaman kepada wartawan usai melaporkan temuannya di Kejaksaan Negeri Bekasi.

Jajang mengatakan, temuan yang didapat oleh CBA terdapat pada tiga proyek konsultansi dan konstruksi pembangunan fly over dan jembatan, dengan total 197 Miliyar dari anggaran Rp 211 Miliyar.

Dalam persyaratan di tiga proyek tersebut, kata Jajang, panitia sengaja memberikan syarat mutlak untuk memenangkan salah satu perusahaan tertentu.

“Pemkot Bekasi sengaja mengunci dalam persyaratan agar dimenangkan oleh salah satu perusahaan tertentu. Syarat untuk memenangkan lelang tersebut adalah perusahaan yang menyampaikan pengalaman pengadaan dan pemasangan gelagar pracetak panjang minimal 40-50 meter selama kurun waktu 10 tahun terakhir, jika tidak bisa maka dinyatakan gugur,” ungkapnya.

Ironisnya, lanjut Jajang, dalam proses lelang Pemkot Bekasi sudah menetapkan tiga pemenang proyek. Ketiga perusahaan tersebut dimenangkan dari perusahaan yang memberikan penawaran harga murah.

“Kami menghitung total kebocoran pada tiga proyek tersebut mencapai Rp 30,2 Miliayar. Hal ini disebabkan nilai proyek yang disepakati Pemkot Bekasi dengan pemenang proyek amat mahal, dan mengesampingkan tawaran yang lebih ekonomis,” pungkasnya.

Selain kebocoran tersebut, CBA juga membeberkan kerugian negara yang terdapat pada Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi pada jasa Konsultansi Perencanaan Teknis sejak tahun 2012-2017, dengan total Rp 5 Miliyar.

“Dalam proyek ini, dokumen perencanaan yang dijalankan oleh PT Nusantara Citra Konsultan, tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Hal itu karena setiap dokumen yang dikerjakan hanya copy paste dari dokumen perencanaan yang sebelumnya. Sehingga otomatis pengerjaan itu tidak akan dijalankan oleh perusahaan konstruksinya karena tidak sesuai perencanaan,” jelas Jajang.

Jajang juga menemukan indikasi ‘kongkalikong’ antara Disperkimtan Kota Bekasi dengan PT Nusantara Citra Konsultan dalam setiap lelangnya. Menurutnya, beberapa perusahaan konsultan yang memberikan harga murah dari pagu anggaran, namun digugurkan.

“PT. Nusantara Citra Konsultan dalam proses lelang sangat janggal, padahal terdapat perusahaan yang menawarkan harga lebih murah namun digugurkan oleh pihak Pemkot Bekasi,” tutupnya. (RON)