Sosialisasi Pojok Pengawasan, Panwaslu Minta Masyarakat Kawal Proses Pemilu

Sosialisasi Pojok Pengawasan Partisipatif kepada Masyarakat di Tingkat Kabupaten Bekasi pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2018 yang berlangsung di Ballroom Hotel Sahid Lippo Cikarang, Minggu (25/2/2018).

CIKARANG – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Bekasi menggelar acara Sosialisasi Pojok Pengawasan Partisipatif kepada Masyarakat di Tingkat Kabupaten Bekasi pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2018 yang berlangsung di Ballroom Hotel Sahid Lippo Cikarang, Minggu (25/2/2018).

100 orang dari berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Bekasi diantaranya Forum Lintas Agama, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), masyarakat, Ikatan Remaja Masjid, Majelis Taklim, Forum BPD serta Pers tampak hadir dalam acara tersebut.

Panwaslu Kabupaten Bekasi juga menghadirkan Peneliti dari Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), Yusfi Triadi sebagai narasumber.

Ketua Panwaslu Kabupaten Bekasi, Saiful Bahri mengatakan, Pojok Pengawasan merupakan ruang terbuka untuk umum ini agar dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat demi mengawal proses Pilgub Jabar 2018 serta pemilu 2019.

“Dengan adanya Pojok Pengawasan, saya berharap stigma masyarakat dapat memanfaatkan untuk mencari informasi ataupun memperdalam informasi tentang pemilu. Pojok pengawas juga menjadi tempat edukasi bagi masyarakat karena dilengkapi disediakan berbagai buku bacaan, koran, dan sumber lainnya yang berkaitan dengan pemilu, ” ujar Saiful.

Sementara, Dalam pemaparannya, Yusfi Triadi mengungkapkan, dalam Pemilihan Umum (Pemilu) ada empat isu yang membutuhkan pengawasan ketat. Kata Yusfi, keempat isu itu diantaranya Integritas penyelenggara pemilu, keterlibatan ASN, Dana Kampanye, money politik dan isu sara.

“Integritas penyelenggara pemilu, keterlibatan ASN, Dana Kampanye, money politik dan isu sara adalah isu krusial yang harus diawasi,” ujar Yusfi didepan para undangan. (RON)