Ini Penyebab Wartawan Laporkan Satpol PP ke Polisi

Ilustrasi

BOGOR – Pasca kekerasan terhadap wartawan media online suaraindonesianews.com saat akan konfirmasi pemberitaan pada Rabu kemarin, (14/02/2018), yang dicekik dan dipukul oleh Petugas Pol PP Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, mengundang kekecewaan banyak pihak.

Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Bogor Raya, Didin HMY juga menyayangkan aparat Penegak Perda yang arogansi hingga main cekik dan pukul terhadap awak media.

“Kami mengharapkan kepada aparat keamanan, terutama aparat Kepolisian, agar senantiasa memberi bantuan perlindungan kepada para wartawan dalam melaksanakan tugas peliputan,” katanya, usai acara silaturahmi di Makorem 061 Suryakancana Bogor, Kamis (15/02/2018).

“Jika ada laporan dari rekan wartawan semisal Iwan ini, atas perilaku menyimpang dari oknum Pol PP di Kecamatan Sukaraja, semestinya pemerintah daerah segera evaluasi kinerja dan ditindaklanjuti,” jelas Didin.

Korban (IWAN) sudah melaporkan kejadiaan memalukan itu ke Polsek Sukaraja dengan laporan Nomor: STPL/164/B/II/2018/JBT/Res.Bogor/ Sek. Sukaraja dengan ancaman Pasal 315 dan 335 KUHPidana tentang Penghinaan dan perbuatan tidak menyenangkan.

“Lakukan tindakan penegakan hukum bagi semua pihak yang dinilai melakukan pelanggaran hukum,” tegas Ketua IWO Bogor Raya ini.

Ditempat yang sama, Ketua Forum Pers Independt Indonesia (FPII) Kota Bogor Sumburi Ibrahim meminta evaluasi kinerja Satpol PP di Kabupaten Bogor.

“Kami minta Bupati Bogor segera evaluasi tingkah laku Satpol PP yang berlaku seperti preman, apalagi menghambat pekerjaan jurnalis dilapangan, dan Camat Sukaraja harus bertanggungjawab atas ulah anak buahnya,” ungkapnya.

Peristiwa itu bermula ketika jurnalis online, Iwan hendak berniat menngkonfirmasi tentang dugaan perselingkuhan yang dilakukan oleh Kasi Kesra Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor berinisial H.D.

Iwan menuturkan bahwa H.D sebenarnya ada di ruang kerjanya, namun ketika dirinya berusaha mengkonfirmasi, sontak H.D memanggil Satpol PP untuk mengusirnya dari lokasi, Rabu (14/2) sekira pukul 12:30 WIB.

Lantaran Iwan menolak diusir dari Kantor Kecamatan oleh Satpol PP tersebut, mendadak lehernya dicekik dan menarik kerah bajunya.

“Saya dicekik dengan tangan kirinya, lalu saya bilang apa-apaan ini sembari melakukan perlawanan, kemudian satpol PP itu berusaha menarik kerah baju saya dan tangan kanannya memukul saya,” terang Iwan.(RED)