Gruduk DPRD, Massa GMBI Tolak LGBT

CIKARANG – Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) berdemo di depan Gedung DPRD Kabupaten Bekasi, Senin (12/02). Massa ratusan orang tersebut menolak hadirnya lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) di Indonesia.

Ketua GMBI Distrik Kabupaten Bekasi, Rahmat Gunasin mengatakan, aksi itu dilakukan lantaran rencana DPR RI yang akan mengesahkan Rencana Undang Undang (RUU) LGBT.

Sebagai masyarakat Kabupaten Bekasi, GMBI menyatakan sikap untuk menolak dilegalkannya RUU LGBT karena tidak sesuai dengan nilai-nilai keislaman dan mempermudanya penyebaran penyakit menular yakni virus HIV/AIDS.

“LGBT adalah perilaku menyimpang. LGBT bukan persoalan HAM tapi nafsu yang menyimpang. Oleh karena itu, kami meminta agar DPRD Kabupaten Bekasi mendorong agar proses legislasi atau peraturan perundang-undangan yang tengah dibuat di DPR RI memuat larangan aktifitas LGBT dan aktivitas seksual menyimpang lainnya sebagai sebuah bentuk kejahatan, ” katanya.

Pria yang akrab disapa Boksu itu menegaskan, tidak ada tempat bagi LGBT di NKRI, terkhusus di Kabupaten Bekasi.

Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Sunandar pun mengutuk keras perilaku LGBT dilegalkan di Indonesia. Karena bisa tumbuh berkembang di Kabupaten Bekasi.

“Saya mengutuk keras perilaku LGBT khususnya di Kabupaten Bekasi karena yang namanya manusia itu diciptakan berpasang-pasangan, ada perempuan dan ada laki-laki,” kata Sunandar.

Politisi Partai Golkar ini mengapresiasi pendemo dan akan mengakomodir aspirasi mereka dengan membuat surat pernyataan penolakan dilegalkan LGBT kepada DPR RI.

“Kita akan mendorong, kita akan sampaikan persoalan ini insyallah langsung ke DPR RI dan meminta agar usulan ini diakomodir. Jangan sampai LGBT ini terus dibiarkan,” tegasnya.(jie)