Punya Nilai Sejarah, BM KALIBER Dorong Bangun Tugu Perjuangan Sasak Kapuk

Kamil Badri ketua BM Kaliber (kanan), Bahrudin Abdullah Sekretaris BM Kaliber (kiri)

KOTA BEKASI – Sebagai salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat yang ada di Kota Bekasi, LSM Barisan Muda Kaliabang Bersatu (BM KALIBER) mendorong dibangunnya monumen sejarah pertempuran yang terjadi di gerbang Kaliabang yaitu Jembatan Sasak Kapuk. Ini dilakukan untuk mengingatkan masyarakat Bekasi bagaimana perjuangan KH Noer Ali melawan sekutu dalam mempertahankan Kemerdekaan di Bekasi.

Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan LSM BM KALIBER, Ahmad Gopla. Kata Ahmad, sejak berdiri satu tahun lalu tepatnya tanggal 20 November 2016, LSM BM KALIBER sudah mendapat banyak masukan dari masyarakat Bekasi umumnya dan warga Kaliabang khususnya.

“Keinginan masyarakat Kaliabang agar BM Kaliber menjadi garda terdepan untuk mendorong dibangunnya monumen sejarah pertempuran yang terjadi di gerbang kaliabang yaitu jembatan Sasak Kapuk,” kata Ahmad, sabtu (13/1/2018).

Menurutnya, saat ini BM Kaliber bukan sekedar aktif dalam bidang keagamaan saja, tetapi juga mampu menelurkan ide dan gagasan untuk perkembangan dan kemajuan di Kaliabang, mengingat BM kaliber ini organisasi marjinal di Kota Bekasi.

“Paling tidak, BM Kaliber mampu mengajak seluruh masyarakat untuk kembali mengenang perjuangan rakyat indonesia yang ada di Bekasi pada saat itu dan tidak menutup kemungkinan kakek atau moyang warga kaliabang mengalami peristiwa yang terjadi pada tanggal 23 november sampai dengan 29 november 1945 tersebut,” ungkap Ahmad

Sekretaris Jendral BM Kaliber Bahrudin Abdullah menambahkan, bahwa keinginan warga kaliabang terkait di bangunnya monumen/tugu cukup realistis, mengingat ada sejarah panjang terkait peristiwa yang terjadi pada gerbang kaliabang tersebut.

langkah awal yang akan kita lakukan adalah membentuk tim khusus untuk melakukan riset lebih dalam, bertukar pikiran dengan para ahli sejarah dengan mereka yang terlibat dalam pembuatan reka ulang pertempuran sasal kapuk. Beberapa waktu lalu di laksanakan di lapangan depan masjid raya Attaqwa ujung Harapan agar lebih dalam mrngetahui layak tidaknya pertempuran sasak kapuk diabadikan dengan monumen atau tugu.

“Saat ini adalah momen tepat, kita dorong disaat Kota Bekasi ini sedang mensosialisaikan wisata sejarah kota bekasi, harapan agar monumen tersebut dapat menjadi ikon warga bekasi khususnya kaliabang,” ujar Bahrudin.

Perlu diketahui, pertempuran Sasak Kapuk terjadi di jembatan Sasak Kapuk, Pondok Ungu, Bekasi. Pertempuran ini berlangsung pada tanggal 29 November 1945. Pertempuran ini dipimpin oleh ulama terkemuka Bekasi, yakni KH Noer Ali melawan tentara sekutu dalam mempertahankan kemerdekaan. Salah satu sumber tulisan yang terinci tentang pertempuran ini terdapat di dalam buku biografi yang berjudul“KH. Noer Alie: Kemandirian Ulama Pejuang”yang ditulis oleh Ali Anwar. (RON)