Panwaslu Mediasi Guru Honorer Diduga Lakukan Pencemaran Nama Baik Partai PDI Perjuangan

Kota Bekasi – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Bekasi, memediasi dugaan pencemaran nama baik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang dilakukan melalui sosial media (Sosmed) oleh Coto Spd, guru honorer disalah satu SMA Negeri di Kota Bekasi

Langkah mediasi ini dilakukan setelah sebelumnya Tim Advokat Taruna Merah Putih dan Kader PDI Perjuangan Kota Bekasi yang diwakili oleh Jos Gordon Simatupang, Bilher Situmorang, Agus Muryanto dan kawan-kawan mencoba melaporkan Coto ke Kepolisian setempat pada Selasa (9/1) pagi.

Tetapi oleh kepolisian, dugaan pencemaran nama baik partai dengan menyebarkan gambar yang berisi tulisan “Partai PDI Perjuangan tidak membutuhkan suara Islam” ini dihimbau untuk diselesaikan oleh Panwaslu Kota Bekasi, dikarenakan saat ini merupakan tahun politik.

Bersama Coto, Tim Advokasi Taruan Merah Putih PDI Perjuangan dan kawan-kawan secara bersama-sama mendatangai kantor Panwaslu Kota Bekasi, di Jalan Mayor M Hasibuan No 4 Kelurahan Margahayu, Bekasi Timur, dan diterima oleh Komisioner Divisi Penindakan Pelanggaran, Iqbal Alam dan Stafnya, Usman.

Coto, guru honorer yang diduga melakukan pencemaran nama baik itu, dihadapan Tim Advokasi PDI Perjuangan dan Panwaslu, mengaku salah dan menyampaikan perminta maafnya, serta bersedia menandatang surat perjanjian yang dibuat oleh Panwaslu Kota Bekasi.

“Itu memang saya lakukan secara tidak sengaja, tidak sengaja kepencet dan langsung tersebar. Tetapi saya mengaku salah dan minta maaf atas kelalaian saya ini. Dan saya berjanji tidak akan mengulangi ini, dan akan meminta teman-teman, kerabat dan keluarga agar tak melakukan hal yang sama”, ucap Coto kepada Tim Advokasi dan Panwaslu Kota Bekasi sembari bersalaman.

“Beliau inikan (Coto) guru pengajar, tanpa beliau juga kami tidak menjadi sekarang ini. Sehingga kami bersama kawan-kawan di PDI Perjuangan sepakat untuk mengambil jalan tengah, yakni untuk berdamai”, ucap Agus Muryanto, Tim Advokasi Taruna Merah Putih DPC Kota Bekasi di kantor Panwaslu Kota Bekasin Selasa (9/1/2018).

Beredarnya foto yang diduga mencemarkan nama baik Partai PDI Perjuangan ini, sangat disayangkan oleh Kader PDI Perjuangan yang juga Ketua PAC Taruna Merah Putih Kota Bekasi Jos Gordon Simatupang, menurutnya sebagai guru pendidik, Coto tidak pantas melakukan hal seperti itu.

“Tetapi yang sudah, sudahlah, kita hanya bisa mengambil pelajaran dari sini, dan kami minta Pak Coto agar tidak mengulangi hal serupa, baik kepada kami ataupun kepada partai lainnya, yang berpotensi dapat merusak keharmonisan antar individu dan lembaga”, ucap Gordon.

Apalagi, gambar yang beredar itu, menurutnya sangat tidak etis. “Kami inikan partai yang isinya kabanyak Ulama, haji dan petinggi-petinggi umat Islam, sehingga tidak mungkin kami tidak membutuhkan suara umat Islam. Tetapi tadi memang sudah kami simpulkan bahwa itu hoak”, terang Gordon.

Komisioner Divisi Penindakan Pelanggaran Pemilu Panwaslu Kota Bekasi, Iqbal Muslim mengapresiasikan langkah yang dilakukan oleh Advokasi Partai Berlambang Banteng itu. “Sebenarnya ini belum rahna kita, tetapi inikan tahun politik sehingga permasalahan ini harus kami terima”, ucap Iqbal.

“Langkah mediasi yang dilakukan PDI Perjuangan ini sangat kami apresiasikan, oleh sebab itu, kami dari Panwaslu meminta masyarakat Kota Bekasi agar tak memainkan isu sara, karena efeknya dapat memecah belah dekokrasi yang telah tertanam ditengah masyarakat”, pesan Iqbal.(RON)