Sekertariat DPRD Abaikan Keselamatan Pekerja Atap Bangunan

3 Pekerja Nekat bekerja tanpa helm pelindung

CIKARANG – DPRD Kabupaten Bekasi tengah mengerjakan atap bangunan yang bocor, Senin, (4/12/2017). Pengerjaan tersebut rupanya dikebut lantaran kebocoran sudah menembus di dalam ruang rapat paripurna di lantai 2.

Dari pantauan dilokasi, 3 pekerja sedang menutup bagian atap di gedung DPRD dengan bhan fiberglas. Pekerja tersebut menaiki atap DPRD tanpa menggunakan helm keselamatan.

Sayangnya, selama pekerjaan itu berlangsung tak satupun pegawai Sekertariat DPRD dan pengawas pekerjaan meminta para pekerja tersebut untuk memenuhi standar keselamatan, seperti penggunaan helm.

Sebelumnya diberitakan, Kabag Umum DRPD, Karya Utama membenarkan adanya kebocoran tersebut lantaran usia atap bangunan sudah 13 tahun dan segera perlu renovasi total.

“itu sih gak bisa perbaikan poles-poles. Musti dirombak total, renovasi penuh,” singkatnya.

Meski malu, namun pria yang akrab disapa “bang Uno” ini pasrah tinggal menunggu waktu untuk renovasi saja.

Pekerja atap bangunan DPRD Kabupaten Bekasi Nekat bekerja tanpa helm pelindung

“Yahh.. gimana lagi. Kita tinggal menunggu renovasi atap bangunan DPRD ini tupoksi Dinas teknis atau diberikan pada Setwan DPRD,” katanya.

Sementara itu Kasubag Umum DPRD, Bram membeberkan untuk anggaran perbaikan atap bangunan belom ada. Anggaran yang ada hanya pengecatan secara keseluruhan gedung DPRD.

“Pemeliharaan atau perawatan itu gak ada. Yang ada itu anggaran pengecatan dari luar sampai dalam, termasuk ruang utama paipurna. itu kalo gak salah sekitar Rp150 juta,” katanya.