Remaja di Cikarang Bebas Mojok di Dekat Rumah Dinas Bupati

Tanpa pengawasan pasangan remaja bebas bercumbu di hutan kota persis di Rumah Dinas Bupati Bekasi

CIKARANG – Kepala Seksi Ketertiban Umum Satpol PP Kabupaten Bekasi, Ucok Ricardo mengaku sudah sering menerima laporan dari warga terkait masalah tersebut.

Bahkan petugas Satpol PP yang melakukan patroli pun sering memergoki secara langsung dan menangkap sejumlah pelajar yang melakukan perbuatan mesum di kawasan itu.

“Udah sering disini mah, yang ketangkep juga ada beberapa kok,” kata Ucok.

Meski demikian, pihaknya mengakui kesulitan untuk mengatasi persoalan trsebut.

Pasalnya petugas yang melakukan patroli jumlahnya terbatas.

Ia pun meminta warga ikut serta berperan aktif untuk meminimalkan pelanggaran yang terjadi.

“Dibilang pembiaran sih nggak, cuma kita bingung juga karena mereka itu ternyata mayoritas penduduk sini. Petugas kita juga nggak bisa monitor 24 jam karena tugas yang piket itu juga kan banyak,” ungkapnya.

Jika ada pelajar yang tertangkap melakukan tindakan asusila, sambungnya, maka Satpol PP akan mememberikan pembinaan serta memanggil pihak keluarga atau orang tua mereka.

Warga sekitar Deltamas resah dengan kelakukan pasangan remaja yang sering menggunakan hutan kota dilingkungan rumah dinas Bupati Bekasi untuk “mojok”.

Warga setempat, Yusuf mengungkapkan, sering memergoki remaja yang sedang berpacaran hingga melakukan tindakan asusila di lokasi tersebut.

“Saya sering melihat pasangan muda-mudi tersebut berciuman di pinggir jalan. Sungguh pemandangan yang tidak enak dilihat,” kata Wawan, Senin (04/12).

Dia menambahkan, aktivitas asusila tersebut sering dilakukan oleh remaja yang masih berstatus pelajar. Bukan hanya pada malam hari, perbuatan tidak senonoh tersebut juga sering dilakukan pada siang hari dan sore hari.

Bahkan, mereka tidak malu mempertontonkan adegan yang tidak seharusnya dilakukan tersebut.

“Tanpa malu, mereka mempertontonkan perbuatan tersebut di tempat umum,” ujar dia.

Ia mengaku sangat menyayangkan adanya penyalahgunaan fungsi Hutan Kota tersebut.

“Ya jelas kami khawatir, letak Hutan Kota berada tepat di depan Rumah Dinas Bupati. Ini kan seolah-olah ada pembiaran. Dan kalau dibiarkan, kami takut pelajar akan merasa dibenarkan melakukan perbuatan tersebut. Itu contoh yang tidak baik,” ungkapnya.