Pemuka Agama Harus Dilibatkan dalam Penanggulangan Aids

Ilustrasi

BANDUNG – Kepala Biro Pelayanan dan Pengembangan Sosial Setda Provinsi Jawa Barat mengungkapkan, pemuka agama perlu terlibat aktif dalam program pencegahan HIV/AIDS.

“Pengaruh mereka yang besar dapat memengaruhi cara pandang masyarakat terhadap penanganan epidemi HIV/AIDS,” katanya dalam Pertemuan Pemuka Agama Dalam Penguatan Program Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS, yang diselenggarakan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Jawa Barat dan AIDS Healthcare Foundation (AHF) Indonesia.

“Para pemuka agama dapat menjadi corong yang efektif untuk menyampaikan pesan pencegahan HIV/AIDS ke masyarakat, bahkan

hingga ke tingkat keluarga. Mereka memiliki jemaah yang banyak, baik di majelis taklim, di gereja, atau di tempat ibadahnya masing-masing,” ungkapnya.

Di sisi lain, Dady juga menuturkan, para pemuka agama berperan penting untuk menekan stigma atau cap buruk yang kerap dialami Orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

“Bagaimana pun, para pemuka agama ini perlu meluruskan berbagai informasi yang keliru soal HIV/AIDS. Tidak semua ODHA itu terkena HIV karena perilaku maksiat. Jadi, jangan sampai kita dengar lagi ada pengucilan kepada ODHA,” tambahnya.