Disperkimtan Siapkan Perencanan Perbaikan Infrastruktur Sekolah di Kota Bekasi

Disperkimtan Kota Bekasi gelar pertemuan dengan pihak sekolah terkait persoalan Infrastuktur sekolah

KOTA BEKASI – Tingkat kebutuhan Ruang Kelas Baru (RKB) di Kota Bekasi masih belum mencukupi untuk mengakomodir jumlah siswa yang terus meningkat setiap tahunnya.

Kualitas pendidikan akan menjadi baik, salah satunya dengan cara didukung infrastruktur yang baik. Kenyamanan dalam kegiatan belajar mengajar pastinya sangat dibutuhkan oleh setiap sekolah, karena sarana prasarana tentunya menjadi faktor pendukung yang sangat penting di dunia pendidikan.

Pemerintah Kota Bekasi harus benar-benar memprioritaskan persoalan infrastruktur sekolah. Maka dari itu atas persoalan sarana prasarana (Infrastruktur) dilingkungan sekolah. Pasalnya masih banyak Ruang Kelas di setiap Sekolah tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri dan Sekolah Dasar Negeri di Kota Bekasi masih banyak kurang layak.

Demi mendukung Sarana dan Prasarana sekolah yang memadai, Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi telah mengadakan rapat bersama pihak Dinas Pendidikan (Kepala Sekolah) SMP negeri se-Kota Bekasi pada hari Senin (04/12/17) kemarin.

Dalam pertemuan tersebut, Dadang Ginanjar selaku Kepala Distarkim Kota Bekasi mengungkapkan bertemu dengan para kepala sekolah untuk membicarakan kebutuhan sarana dan prasarana dilapangan seperti apa, karena para kepala sekolah ini yang tau kebutuhannya seperti apa.

“Makanya kita undang, kita minta data dari mereka (Kepsek-red), kan yang akurat datanya dari Kepsek,” kata Dadang selasa (5/12/2017).

Banyak dikabarkan dari sekian puluh Ruang Kelas Baru (RKB) Sekolah Menengah Pertama maupun Sekolah Dasar masih membutuhkannya, baik itu dari perbaikan ringan dan berat.

Rehabilitasi dan perbaikan sekolah yang berhubungan dengan Dinas Pendidikan (Disdik) sebenarnya Pemerintah Kota Bekasi segera merealisasikan.

“Pihak kami sudah menyiapkan perencanaan penyelesaian sekolah ini hingga 2018 berupa sarana prasarana dan infrastruktur, akan tetapi kami masih terkendala dengan master plant,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa sampai saat ini proses pembicaraan tersebut masih terus berlangsung dengan beberapa pihak sekolah untuk mengetahui sampai sejauh mana perkembangan disekolahnya masing – masing.

“Komunikasi masih terus dilakukan dengan para Kepsek bagaimana perkembangan Sarana dan Prasarana di sekolahnya,” pungkasnya.(RON)