Pembangunan Gedung Rehabilitasi Terpadu Dinsos Harus Jadi Prioritas Pemkot

Junaedi

BEKASI – Kepala Dinas Sosial kota Bekasi, Junaedi mengungkapkan bahwa Dinsos sudah mengajukan rencana pembangunan gedung Rehabilitasi Terpadu milik pemerintah kota Bekasi pada APBD tahun 2018.

Dikatakannya, Gedung Rehabilitasi rencananya berlokasi di kawasan Padurenan Mustikajaya, dan saat ini masih dalam pembahasan oleh dinas terkait meskipun sudah didukung penuh oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

“Kami sudah merencanakan sejak awal tahun 2017 lalu terkait rencana pembangunan gedung rehabilitasi terpadu milik pemerintah kota Bekasi, namun tentunya hal itu masih dalam pembahasan pada dinas terkait,” ucap Junaedi kepada wartawan usai menghadiri acara Konsultasi Pembangunan antara Masyarakat dengan Pimpinan Daerah kota Bekasi Tahun 2017 di halaman kantor kecamatan Bekasi Barat.

“Rencana ini juga sepenuh sudah mendapatkan persetujuan dan dukungan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Bekasi untuk segera diimplementasikan,” tambahnya.

Keberadaan gedung rehabilitasi terpadu milik pemerintah daerah sangatlah mendesak. Saat ini, menurut pria berkumis tersebut, Daya tampung rumah singgah saat ini sudah penuh bahkan sering kali jika harus ditampung diluar mendapatkan penolakan, oleh karenanya ia berharap kepada pemerintah daerah agar segera memperioritaskan rencananya ini.

Junaedi menambahkan, Dinsos kota Bekasi dalam menjalankan tugasnya di lapangan tentunya berdasarkan adanya laporan masyarakat yang diterima langsung melalui Dinas Sosial ataupun Call Center yang selanjutnya segera dilakukan tindak lanjutnya. Dinsos tidak hanya melayani orang sakit saja namun juga orang telantar bahkan orang yang terserang gangguan kejiwaan.

“Pemerintah kota Bekasi memiliki Unit Reaksi Cepat (URC) di 16 Dinas atau instansi diantaranya adalah Dinas Sosial (Dinsos) kota Bekasi yang menjalankan tugas berdasarkan laporan masyarakat yang diterima langsung lewat call center yang kemudian segera ditindaklanjuti,” tuturnya.

“Bila ada orang terlantar dimanapun kita cari keluarganya sepanjang tidak sakit maka kita tampung dahulu mereka di rumah singgah, kalaupun ia sakit maka kita rawat dahulu di RSUD, sedangkan kalau razia PSK dan sebagainya kita tampung dahulu mereka di PSBK seperti Pangudiluhur, PSBK Pasar Rebo dan mereka diberikan keterampilan dengan durasi waktu yang cukup lama,” pungkasnya. (RON)