Bikin Malu, Plafon Gedung DPRD Bocor saat Paripurna

Kebocoran tersebut lantaran usia atap bangunan sudah 13 tahun dan segera perlu renovasi total.

CIKARANG – Hujan deras disertai angin membuat atap gedung DPRD Kabupaten Bekasi Bocor. Kebocoran itu tepat di Plafon ruang rapat utama yang sering digunakan untuk rapat paripurna.

Ketua Fraki Partai Demokrat pun merasa malu lantaran bocornya plafon saat digelarnya rapat paripurna.

“Lahh itu mah bocornya besar, deras. Sampai air jatohnya itu kedengeran bunyinya masuk dalam ember. Kagak becus amat kerjaan bagian umum DPRD. Malu-lah kita sama tamu pas rapat paripurna,” kesalnya.

Kabag Umum DRPD, Karya Utama membenarkan adanya kebocoran tersebut lantaran usia atap bangunan sudah 13 tahun dan segera perlu renovasi total.

“itu sih gak bisa perbaikan poles-poles. Musti dirombak total, renovasi penuh,” singkatnya.

Meski malu, namun pria yang akrab disapa “bang Uno” ini pasrah tinggal menunggu waktu untuk renovasi saja.

“Yahh.. gimana lagi. Kita tinggal menunggu renovasi atap bangunan DPRD ini tupoksi Dinas teknis atau diberikan pada Setwan DPRD,” katanya.

Sementra itu Kasubag Umum DPRD, Bram membeberkan untuk anggaran perbaikan atap bangunan belom ada. Anggaran yang ada hanya pengecatan secara keseluruhan gedung DPRD.

“Pemeliharaan atau perawatan itu gak ada. Yang ada itu anggaran pengecatan dari luar sampai dalam, termasuk ruang utama paipurna. itu kalo gak salah sekitar Rp150 juta,” katanya.