Wali Kota Ingatkan Kembali RS Swasta Jangan Tolak Pasien KS – NIK

Rahmat Effendi

BEKASI TIMUR – Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi kembali mengingatkan kepada Rumah Sakit swasta di Kota Bekasi agar tidak menolah pasien pemegang Kartu Sehat.

“Saat ini Kota Bekasi sudah ada 40 Rumah Sakit (RS) swasta di tambah empat ratusan klinik dan satu RSUD, dengan begitu diharapkan dapat melakukan pelayanan prima sesuai dengan MoU yang telah di sepakati dan diharapkan seluruh Rumah Sakit dapat melayani Kartu Sehat Kota Bekasi,” kata Rahmat Effendi saat memberikan sambutan dalam meresmikan Rumah Sakit Siloam Bekasi, Bekasi Timur, Selasa (24/10/2017).

Menurutnya, saat ini Kartu Sehat Kota Bekasi sudah di siapkan anggaran lebih dari 100 milyar dan lebih dari 5000 warga Kota Bekasi telah menikmati layanan di rumah sakit umum atau Swasta.

Di prediksi hingga akhir Desember 2017 sebanyak 300 ribu Kepala Keluarga sudah menggunakan Kartu Bekasi Sehat. Dan hingga akhir Januari 2018 di prediksi penggunaan kartu sehat berbasis NIK ini naik menjadi 600 ribu, mengingat tingginya antusias Warga membuat KS di Kota Bekasi.

“Kartu sehat berbasis NIK ini tidak ada iuran bulanan atau tahunan, tapi rumah sakit jangan khawatir kita sudah buat jaminannya melalui anggaran APBD dan tahun depan kita siapkan sekitar 200 milyar saat ini sudah di siapkan 125 milyar di tahun 2017,” jelasnya.

“Jangan sampai ada Rumah Sakit yang menolak, karena biaya klaim akan kita bayar maksimal dua minggu setelah berobat dan uangnya ada di Dinas Kesehatan,” pungkasnya. (RON)